Menko AHY Berangkatkan KRI Semarang-594 Bawa Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera

Menko AHY melepas bantuan logistik bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, Senin (22/12/2025).

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 22 Desember 2025, 15:52 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas bantuan logistik bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, Senin (22/12/2025). (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas bantuan logistik bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, Senin (22/12/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan menggunakan KRI Semarang-594 yang diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta, menuju sejumlah titik strategis di Sumatera.

“Hari ini menggunakan KRI Semarang 594 berangkat dari Kolinlamil, kita akan kirim bantuan atau dukungan kemanusiaan baik berupa bahan makanan kemudian juga pakaian, alat perlengkapan perorangan, life support termasuk untuk jembatan printis, rumah modular dan kebutuhan untuk sanitasi,” ujar Menko AHY, di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/12/2025).

Bencana banjir bandang yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kerusakan permukiman hingga terganggunya akses kebutuhan dasar.

Pemerintah menilai perlunya distribusi logistik dalam jumlah besar untuk memastikan pemulihan dapat berjalan secara optimal.

Selain bantuan pemerintah, pengiriman logistik ini juga melibatkan dukungan dari berbagai mitra dan elemen masyarakat sebagai wujud solidaritas lintas sektor dalam penanganan bencana.

AHY menegaskan bahwa besarnya porsi bantuan yang dikirim ke Aceh merupakan langkah yang rasional mengingat luas dan beratnya dampak bencana di wilayah tersebut.

“Jadi saya rasa kalau kemudian cukup banyak logistik yang di drop di Aceh sangat-sangat rasional,” ujarnya.

Menurutnya, Aceh tidak hanya terdampak di wilayah pantai timur, tetapi juga pantai barat hingga kawasan tengah provinsi, sehingga membutuhkan dukungan logistik yang lebih masif dan berkesinambungan.

 

Rute Kapal dan Titik Distribusi

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas bantuan logistik bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, Senin (22/12/2025). (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

AHY menjelaskan bahwa KRI Semarang-594 akan menempuh rute distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di Sumatera.

“Tadi saya berbincang-bincang dengan komandan Kapal, Kapal akan bertolak dari Jakarta kemudian menuju ke Belawan di Sumatera Utara, di Medan, kemudian sebagian di drop di sana, lalu lanjut lagi ke Pelabuhan Malahayati ini di Aceh, di Banda Aceh, setelah itu lanjut lagi ke pantai,” tuturnya.

Kapal tersebut selanjutnya akan menyusuri pantai barat Aceh hingga Nagan Raya untuk menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Menyusuri Pantai Barat sampai dengan Nagan Raya, setelah selesai di drop karena Aceh termasuk yang paling berat tentunya karena bukan hanya Pantai Timur, Pantai Barat tapi juga bagian tengah Aceh juga terdampak bencana,” lanjutnya.

Adapun bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan air bersih dan layanan sanitasi.

“Tadi kita lihat (bantuan sanitasi) dari Kementerian Kesehatan misalnya untuk air bersih yang sangat dibutuhkan, bagaimana dari sumber yang kotor, sungai maupun yang lain-lain itu bisa kemudian dijernihkan, kotoran yang diendapkan dan kemudian bisa dikonsumsi oleh masyarakat dengan aman dan masih banyak lagi yang lain,” kata AHY.

Selain itu, pemerintah juga mengirimkan obat-obatan untuk menangani berbagai masalah kesehatan akibat bencana.

“Termasuk obat-obatan yang memang hari ini banyak masyarakat yang tentunya perlu kita berikan bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan baik yang ringan, sedang maupun berat,” ujarnya.

 

Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Dalam penyaluran bantuan ini, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah Aceh, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta sejumlah bupati di Aceh guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Saya berbicara dengan Gubernur Aceh dan sejumlah Bupati, kemarin saya juga memimpin rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah Provinsi Aceh walaupun secara Zoom (Daring), tetapi bisa sudah kita petakan mana-mana yang perlu mendapatkan dukungan secara cepat dan terus-menerus,” kata AHY.

Setelah seluruh bantuan disalurkan, kapal dijadwalkan kembali untuk proses docking dan pengisian bahan bakar sebelum menjalankan misi bantuan kemanusiaan lanjutan.

AHY mengapresiasi partisipasi berbagai pihak dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ini. Menurutnya, KRI Semarang tidak hanya membawa bantuan pemerintah, tetapi juga kontribusi dari berbagai elemen masyarakat.

“Di saat krisis, di saat bencana, marilah kita terus bersatu menyatukan energi kita, pemerintah dan semua kalangan masyarakat dimanapun berada kami tentu sangat mengapresiasi kebersamaan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa solidaritas tersebut menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana.

“Terbukti Kapal ini tidak hanya memuat dukungan dari pemerintah tapi juga bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, semoga menjadi amal kebaikan dan kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa yang akan menguatkan kita dalam menghadapi segala tantangan hari ini dan kedepan,” pungkas AHY.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya