Titik Lemah Juventus, Luciano Spalletti Kritik Keras Edon Zhegrova karena tak Bisa Bertahan

Luciano Spalletti melontarkan kritik keras kepada Edon Zhegrova usai Juventus menang 2-1 atas AS Roma. Masalah bertahan jadi sorotan utama.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 21 Desember 2025, 20:14 WIB
Juventus berhasil meraih kemenangan 2-1 atas AS Roma pada laga pekan ke-16 Serie A di Allianz Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. (AFP/MARCO BERTORELLO)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus meraih kemenangan penting atas AS Roma pada pekan ke-16 Serie A dengan Edon Zhegrova dapat kritik tajam. Bermain di laga krusial, Bianconeri menang 2-1 lewat gol Francisco Conceicao dan Lois Openda.

Namun, kemenangan itu tidak sepenuhnya menghadirkan kepuasan bagi pelatih Juventus, Luciano Spalletti. Ada catatan serius yang ia soroti dari performa anak asuhnya.

Nama Edon Zhegrova menjadi pusat perhatian. Winger asal Kosovo itu justru mendapat kritik keras meski berkontribusi langsung pada gol Juventus. Dia dinilai tidak cakap saat melakukan tugas membantu pertahanan.

Situasi ini menegaskan standar tinggi Spalletti. Bagi sang pelatih, kesalahan mendasar tetap tak bisa ditoleransi, sekalipun tim meraih tiga poin. Edon Zhegrova, walau berposisi winger, juga diminta untuk bertahan.


Kontribusi Penting yang Ternoda Kesalahan Fatal

Edon Zhegrova saat masih bermain untuk Lille (AFP)

Edon Zhegrova memulai laga dari bangku cadangan dan baru masuk pada menit ke-61. Kehadirannya langsung memberi dampak di lini serang Juventus.

Ia punya andil dalam terciptanya gol kedua lewat umpan silang cerdas yang diselesaikan Weston McKennie. Aksi tersebut menunjukkan kualitas teknis dan visi bermainnya.

Namun, momen positif itu tak bertahan lama. Zhegrova kehilangan bola di area pertahanan sendiri, memberi peluang bagi Tommaso Baldanzi untuk memperkecil ketertinggalan Roma.

Kesalahan tersebut menghidupkan kembali harapan lawan. Inilah aspek yang membuat Spalletti kecewa, karena dinilai merugikan stabilitas tim.


Kritik Terbuka Spalletti: Masalah Bertahan Tak Bisa Ditutup

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Sporting CP di Turin, Italia, Rabu, 5 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Spalletti menilai Zhegrova memiliki keterbatasan mendasar dalam aspek defensif. Menurutnya, pemain itu hanya efektif di area tertentu.

“Zhegrova tidak bisa melakukan itu; dia tidak tahu caranya. Jika Anda menempatkannya di lini tengah, dia tidak memiliki kualitas tersebut. Jika Anda menempatkannya pada posisi untuk berhadapan satu lawan satu di 20 meter terakhir, dia menjadi mematikan," ucap Spalletti.

“Masalahnya selalu sama: jika saya bisa mempertahankan bola dan membiarkannya menyerang di 20 meter terakhir, itu bagus, tetapi jika saya tidak bisa, dia akan menanggung akibatnya," tegasnya.


Bakal Sulit Diperbaiki

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan arahan kepada timnya saat pertandingan Serie A antara Cremonese dan Juventus di Cremona, Italia, Sabtu, 1 November 2025. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)   

Kritik Spalletti berlanjut dengan nada yang lebih tegas. Mantan pelatih Napoli itu menilai kekurangan pemain berusia 26 tahun tersebut bersifat struktural dan sulit diperbaiki.

"Dia tidak akan pernah bisa melakukannya secara konsisten; secara defensif, dia menjadi sesuatu yang cair, karena dia memang tidak memiliki karakteristik tersebut," ucap Spalletti.

“Zhegrova tidak tahu bagaimana bertahan, dia tidak tahu kapan harus maju, menekan lawan, atau melakukan tekel. Tim seperti Roma memiliki identitas yang jelas, tetapi mereka akan selalu berusaha mengeksploitasi kelemahan," tegas Spalletti.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya