Gelar Aksi Damai, Aktivis Greenpeace Indonesia dan Pemuda Papua Tolak PSN Tebu di Merauke

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 18 Desember 2025, 17:15 WIB
Gelar Aksi Damai, Aktivis Greenpeace Indonesia dan Pemuda Papua Tolak PSN di Merauke
Aktivis Greenpeace Indonesia bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta. Mereka menyuarakan kritik terhadap ancaman deforestasi besar-besaran untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tebu di Merauke. Mereka menilai proyek ini sebagai solusi palsu yang mengancam hutan alam dan ruang hidup masyarakat adat demi ambisi bioetanol. Greenpeace Indonesia mengatakan ambisi Presiden Prabowo bisa membabat jutaan hutan alam dan mengabaikan keberadaan masyarakat adat Papua. Di sisi lain, dalam pengarahan ke kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, pada Selasa 16 Desember 2025, Presiden Prabowo menyebut wilayah Papua harus ditanam kelapa sawit untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), dan tebu atau singkong untuk etanol. Presiden Prabowo mengatakan penanaman di Papua bertujuan untuk swasembada energi dan pangan.
Aktivis Greenpeace Indonesia bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). Aktivis Greenpeace Indonesia bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta. (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Mereka menyuarakan kritik terhadap ancaman deforestasi besar-besaran untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tebu di Merauke. Tampak dalam foto, aktivis Greenpeace Indonesia bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Mereka menilai proyek ini sebagai solusi palsu yang mengancam hutan alam dan ruang hidup masyarakat adat demi ambisi bioetanol. Tampak dalam foto, aktivis Greenpeace Indonesia bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Greenpeace Indonesia mengatakan ambisi Presiden Prabowo bisa membabat jutaan hutan alam dan mengabaikan keberadaan masyarakat adat Papua. Tampak dalam foto, aktivis Greenpeace Indonesia dan bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Di sisi lain, dalam pengarahan ke kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, pada Selasa 16 Desember 2025, Presiden Prabowo menyebut wilayah Papua harus ditanam kelapa sawit untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), dan tebu atau singkong untuk etanol. Tampak dalam foto, aktivis Greenpeace Indonesia dan bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Presiden Prabowo mengatakan penanaman di Papua bertujuan untuk swasembada energi dan pangan. Tampak dalam foto, aktivis Greenpeace Indonesia dan bersama beberapa pemuda Papua menggelar aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya