Mohamed Salah Didukung Untuk Balik ke Italia Jika Cabut dari Liverpool

Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kembali disorot. Dietmar Hamann menyarankan perpisahan dan membuka peluang sang bintang pulang ke Italia.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 17 Desember 2025, 07:02 WIB
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, menyapa penggemar di Anfield usai laga antara Liverpool melawan Brighton and Hove Albion pada lanjutan Premier League 2025/2026, Sabtu (13/12/2025) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Mohamed Salah di Liverpool kembali menjadi bahan perbincangan hangat di Anfield. Hubungan sang bintang dengan Arne Slot dan klub sempat memanas dan memicu tanda tanya besar soal kelanjutannya di Merseyside.

Situasi itu mencuat setelah Salah secara terbuka melontarkan kritik kepada klub dan manajer Arne Slot usai laga lawan Leeds United di Premier League. Ketegangan tersebut membuat spekulasi soal masa depannya semakin sulit dibendung.

Meski sempat absen, Salah akhirnya kembali merumput dan menunjukkan kontribusi penting bagi Liverpool di laga lawan Brighton di Liga Inggris. Namun, dinamika yang terjadi dinilai belum sepenuhnya meredam isu perpisahan.

Di tengah kondisi itu, suara dari mantan pemain Liverpool ikut memberi warna pada saga ini. Dietmar Hamann muncul dengan pandangan tegas soal apa yang sebaiknya dilakukan kedua belah pihak.


Hamann: Salah dan Liverpool Lebih Baik Berpisah

Aksi Mohamed Salah di laga Liverpool vs Brighton di pekan ke-16 Liga Inggris 2025/2026 di Anfield, Sabtu (13/12/2025). (AP Photo/Jon Super)

Dietmar Hamann menilai situasi yang melibatkan Mohamed Salah, Arne Slot, dan Liverpool tak bisa terus dibiarkan. Menurutnya, konflik terbuka antara pemain dan klub jarang berakhir ideal jika tak segera ditemukan solusinya.

Hamann melihat adanya perbedaan pandangan yang tampaknya sulit dijembatani, terutama soal peran Salah di dalam tim. Ketika seorang pemain kunci merasa tidak dipercaya, dampaknya bisa merembet ke ruang ganti.

Ia juga menyoroti sikap Salah yang vokal kepada publik sebagai sinyal bahwa masalah tersebut tidak sederhana. Dalam kondisi seperti ini, Hamann menilai solusi terbaik adalah mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

"Jika Salah tidak mau menerima bahwa ia tidak akan bermain, dan terus berbicara tentang tidak mendapat dukungan dari manajer, maka dia dan klub perlu menemukan solusi. Solusinya mungkin mereka berpisah," cetusnya, via Goal.


Dukungan Hamann untuk Salah Kembali ke Italia

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026, Kamis (18/9/2025). (AP Photo/Jon Super)

Selain membahas kemungkinan perpisahan, Hamann juga mengulas destinasi potensial bagi Mohamed Salah. Ia menilai Serie A bisa menjadi pilihan realistis di fase akhir karier sang pemain.

Italia bukan tempat asing bagi Salah, yang pernah membela Fiorentina dan AS Roma sebelum bersinar di Premier League. Pengalaman tersebut dinilai bisa mempermudah proses adaptasi jika ia benar-benar kembali.

Hamann menilai liga Italia memiliki reputasi memberi ruang bagi pemain berpengalaman untuk kembali ke performa terbaiknya. Beberapa klub besar juga dikenal sukses merekrut pemain matang dalam beberapa musim terakhir.

"Saya rasa Salah tidak ingin pergi ke Arab Saudi karena ia menolak tawaran tahun lalu. Masih ada klub-klub Eropa yang tertarik padanya. Klub-klub top di Spanyol, Jerman, dan Inggris mungkin tidak ingin merekrutnya, tetapi saya bisa membayangkan dia kembali ke Italia, mungkin," cetusnya.

"Liga itu dikenal mendatangkan pemain berpengalaman dan mengembalikan mereka ke performa terbaik. Inter Milan telah merekrut pemain serupa dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak bisa membayangkan dia bergabung dengan Bayern Munich atau dua raksasa Spanyol. Klub-klub top di Inggris juga tidak membutuhkan jasanya," ujarnya

(Goal)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya