Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatra Terus Mengalir

Bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat yang sangat membutuhkan terutama daerah yang jauh dari titik bantuan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 16 Desember 2025, 08:04 WIB
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Sumatra terus mengalir. Kali ini datang dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang bekerjasama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM PLN) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bantuan diberikan untuk korban bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh pada Jakarta 13 Desember 2025.

Bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat yang sangat membutuhkan terutama daerah yang jauh dari titik bantuan. Penyalurannya dilaksanakan ke beberapa lokasi terdampak, yaitu: Tamiang, Kuala Simpang, Tanjung Pura, Tamiang Hulu, Kecamatan Kejuran, Desa Alur Selebu, danTamiang Hulu

Ketua Tim Relawan Gabungan PB IPSI - YBM PLN, Shalimar Anwar Sani mengatakan bahwa masyarakat masih membutuhkan listrik dan pasokan air bersih yang banyak,

"Begitu lepas maghrib, penyaluran bantuan cukup sulit karena listrik masih padam. Para korban juga mengeluhkan minimnya air bersih, miris sekali keadaan pasca bencana di sini. Kami yakin PLN sedang mempercepat pembangunan tower-tower listrik dan semoga pasokan air bersih bisa terus disalurkan dalam jumlah besar, karena tanpa air bersih maka rawan banyak penyakit pada korban bencana," ucapnya dalam keterangan diterima, Selasa (16/12).

Warga Dusun Bukit Buling, Desa Rantau Pauh, Aceh Tamiang, Saiful Anwar, mengatakan bahwa banyak relawan memberikan bantuan langsung ke posko, namun warga membutuhkan 2-5 km untuk ke posko.

“Baru kali ini pak, kita diberikan bantuan secara langsung. Biasanya kita harus ke posko yang jauh di sana," ucapnya.

 

Respons Mendagri soal Pemprov Aceh Minta Bantuan Tangani Pascabencana

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian (Istimewa)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku belum membaca isi surat yang dikirim pemerintah provinsi (pemprov) Aceh kepada dua lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adapun surat tersebut berisi permintaan bantuan menangani pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh.

"Saya belum baca," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/12/2025).

Dia mengaku hanya mendengar kabar bahwa Aceh mengirimkan surat ke PBB, namun belum membaca. Tito tak mau berbicara banyak sebab dirinya tak mengetahui bentuk bantuan apa yang diminta Aceh kepada PBB.

"Dengar-dengar, tapi saya belum baca (suratnya)," ujarnya.

Tito mengatakan bantuan konseling sudah banyak diberikan kepada korban terdampak bencana. Namun, Tito akan mempelajari terlebih dahulu surat yang dikirim pemerintah Aceh kepada PBB.

"Nanti kita pelajari," ucap Tito.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya