Lumpur Sisa Banjir dan Gelondongan Kayu Masih Tutupi Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 15 Desember 2025, 17:15 WIB
Potret Miris, Lumpur Sisa Banjir dan Kayu Gelondongan Kayu Masih Tutupi Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang
Pemandangan memprihatinkan terlihat di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Minggu (14/12/2025). Di kompleks pesantren tersebut, kayu gelondongan berukuran besar masih menumpuk. Bahkan, ketinggian tumpukan kayu gelondongan tersebut setara bangunan dua lantai atau setinggi kurang lebih 10 meter. Sementara, area belakang pesantren yang sebelum bencana banjir bandang adalah kawasan asrama santri putra dengan kolam-kolam untuk ternak ikan dan perkebunan, kini dipenuhi potongan kayu besar. Di antara tumpukan pohon tersebut, terdapat bangunan masjid dengan kubah berwarna hijau yang masih kokoh berdiri. Ruang-ruang belajar serta pondokan tempat para santri menginap masih utuh, meski terkubur lumpur dan tumpukan kayu di bagian lantai satu. Jejak bekas lumpur dan air banjir pun masih terlihat di dinding dekat atap lantai dua bangunan. Akses menuju bangunan dan asrama hanya bisa dilalui dengan memanjat tumpukan kayu. Memasuki pekan ketiga pasca banjir bandang, belum ada bantuan alat berat untuk mengevakuasi tumpukan kayu tersebut. Saat ini, pengurus Pondok Pesantren Darul Mukhlisin masih berupaya memulihkan kondisi pasca banjir secara perlahan. Mereka meminta perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah untuk menangani tumpukan kayu tersebut.
Seorang siswi berjalan di atas bangku untuk menghindari lumpur karena tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang masih berada di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengannya di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. Pemandangan memprihatinkan masih terlihat di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Minggu (14/12/2025). (Yasuyoshi Chiba/AFP)
Di kompleks pesantren tersebut, kayu gelondongan berukuran besar masih menumpuk. Bahkan, ketinggian tumpukan kayu gelondongan tersebut setara bangunan dua lantai atau setinggi kurang lebih 10 meter. Tampak foto udara menunjukkan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga pekan lalu di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Foto oleh AFP)
Sementara, area belakang pesantren yang sebelum bencana banjir bandang adalah kawasan asrama santri putra dengan kolam-kolam untuk ternak ikan dan perkebunan, kini dipenuhi potongan kayu besar. Tampak foto udara menunjukkan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Foto oleh AFP)
Di antara tumpukan pohon tersebut, terdapat bangunan masjid dengan kubah berwarna hijau yang masih kokoh berdiri. Tampak dalam foto, warga menyaksikan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu dari koridor lantai dua yang tergenang air di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Ruang-ruang belajar serta pondokan tempat para santri menginap masih utuh, meski terkubur lumpur dan tumpukan kayu di bagian lantai satu. Tampak dalam foto, tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu masih terlihat di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Jejak bekas lumpur dan air banjir pun masih terlihat di dinding dekat atap lantai dua bangunan. Tampak foto udara menunjukkan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Foto oleh AFP)
Akses menuju bangunan dan asrama hanya bisa dilalui dengan memanjat tumpukan kayu. Tampak dalam foto, para pria berjalan di atas tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Ruang-ruang belajar serta pondokan tempat para santri menginap masih utuh, meski terkubur lumpur dan tumpukan kayu di bagian lantai satu. Tampak dalam foto, barang-barang milik siswa, yang sempat terendam banjir bandang sekitar tiga minggu lalu, masih berada di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengannya di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)
Saat ini, pengurus Pondok Pesantren Darul Mukhlisin masih berupaya memulihkan kondisi pasca banjir secara perlahan. Tampak foto udara menunjukkan tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengan pesantren tersebut di Aceh Tamiang, pada pada Minggu 14 Desember 2025. (Foto oleh AFP)
Mereka meminta perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah untuk menangani tumpukan kayu tersebut. Tampak dalam foto, tumpukan pohon tumbang yang tersapu banjir bandang sekitar tiga minggu lalu masih terlihat di Pesantren Darul Mukhlisin dan masjid yang terhubung dengannya di Aceh Tamiang, pada Minggu 14 Desember 2025. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya