Liputan6.com, Jakarta - Ashanty dan Anang Hermansyah mencuri perhatian publik saat menghadiri acara wisuda calon menantunya, Sarah Menzel, dengan penampilan yang terlihat kompak dan penuh makna. Keduanya memilih model batik sarimbit yang tidak hanya serasi secara visual, tetapi juga mencerminkan suasana formal dan sakral dari momen akademik penting tersebut.
Pilihan busana yang dikenakan pasangan ini menunjukkan bagaimana batik dan kebaya modern dapat dipadukan secara harmonis tanpa terkesan kaku. Lewat detail warna, motif, dan aksesori yang dipilih dengan cermat, Ashanty dan Anang menghadirkan potret pasangan yang elegan dan berkelas.
Advertisement
1. Kesan Formal dan Berwibawa
Pada potret pertama, Ashanty tampil mengenakan kebaya merah marun dengan potongan sederhana namun tegas, dipadukan dengan kain batik bernuansa hijau yang selaras dengan busana Anang. Detail bros emas yang disematkan di bagian depan kebaya menjadi titik fokus yang memberi sentuhan klasik, sekaligus mempertegas kesan formal dalam suasana wisuda.
Sementara itu, Anang Hermansyah mengenakan kemeja batik hijau bermotif besar dengan potongan rapi, menciptakan kesan dewasa dan berwibawa. Keserasian warna hijau pada busana keduanya menampilkan konsep sarimbit yang tidak dibuat kembar sepenuhnya, namun tetap terasa menyatu dan harmonis dalam satu tampilan keluarga.
2. Elegan dan Hangat Saat Berjalan Bersama
Pada potret kedua, pencahayaan alami di lorong kaca membuat warna busana Ashanty dan Anang terlihat lebih hidup. Ashanty melengkapi kebayanya dengan tas dan sepatu merah senada, menciptakan kesan anggun sekaligus percaya diri saat berjalan mendampingi Anang menuju lokasi acara wisuda.
Anang sendiri terlihat santai namun tetap formal, dengan batik hijau yang berpadu apik dengan celana hitam polos. Potret ini menggambarkan kehangatan pasangan orang tua yang hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai pendukung utama dalam momen penting perjalanan pendidikan calon menantu mereka.
3. Siluet Kebaya dan Batik yang Berkelas
Pada potret ketiga, sudut samping memperlihatkan siluet kebaya Ashanty yang ramping dan terstruktur, menegaskan kesan modern tanpa meninggalkan unsur tradisional. Riasan wajah yang rapi dan aksesori emas sederhana semakin memperkuat citra elegan yang sesuai dengan suasana wisuda.
Anang, dari sudut yang sama, tampil dengan batik bermotif kuat namun tetap nyaman dikenakan, mencerminkan gaya pria dewasa yang tidak berlebihan. Kombinasi ini memperlihatkan bagaimana batik sarimbit dapat menjadi simbol kebersamaan dan dukungan keluarga dalam balutan busana yang bermakna.