Tanggal 15 Desember Diperingati sebagai Hari Apa? Berikut Sederet Peringatannya!

Tanggal 15 Desember terdapat berbagai peringatan bersejarah. Mulai dari Hari Juang Kartika TNI AD hingga Hari Jadi Kota Tarakan. Ada apa lagi?

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 15 Desember 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi kalender. (Image by Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 15 Desember, dunia memperingati berbagai peristiwa penting. Hari ini diperingati sebagai Hari Juang Kartika TNI AD.

Hari ini, Senin (15/12/2025) diperingati untuk mengenang perjuangan para prajurit yang telah melakukan pertempuran sengit melawan pasukan Belanda.

Pemilihan tanggal 15 Desember sebagai Hari Juang Kartika TNI AD juga dilatarbelakangi oleh berdirinya Korps Kartika pada tanggal 15 Desember 1945 di Yogyakarta. Korps Kartika memiliki tugas utama menjaga kedaulatan negara dan melindungi keamanan rakyat.

Selain itu, hari ini juga dirayakan sebagai Hari Jadi Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kota Tarakan berdiri atas sejarah yang cukup panjang.

Jauh sebelum mendapatkan status kota, Tarakan dulunya adalah sebuah kerajaan dan sempat dikelola oleh pemerintahan Belanda pada masa penjajahan.

Hari ini, Senin (15/12/2025) turut diperingati sebagai Hari Teh Internasional. Minuman yang menjadi konsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari ini awalnya dimulai oleh serikat pekerja pada tahun 2005.

Selain itu, peringatan ini juga ditujukan untuk memperingati pentingnya warisan budaya teh.

Tak kalah menarik, hari ini merupakan Hari Cupcake Nasional. Hari ini diperingati untuk mengingatkan masyarakat mengenai keberadaan cupcake sebagai sebuah cemilan kecil yang lezat dan manis untuk dijadikan penutup hidangan.Peringatan hari ini juga ditujukan untuk kembali melihat sejarah lahirnya cupcake yang kini telah jauh berevolusi.

Terakhir, hari ini juga diperingati sebagai Hari Wibu Sedunia. Wibu sendiri merupakan sebutan untuk orang dari luar negara Jepang yang menyukai budaya populer Jepang. Hari ini juga dikenal luas sebagai Hari Otaku Sedunia.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 15 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Juang Kartika TNI AD

Anggota TNI saat mengikuti Apel Kesiapan Natal, Tahun Baru 2019 serta menjelang Pemilu legislasi dan Presiden 2019 di Monas, Jakarta, Jumat (30/11). Apel diikuti 50.000 personel dari AD, AL, AU dan Polri. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Hari Juang Kartika merupakan salah satu hari peringatan yang penting bagi TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Hari ini jatuh pada tanggal 15 Desember setiap tahunnya. Hari Juang Kartika merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para prajurit TNI yang telah berkorban demi keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia.

Sejarah Hari Juang Kartika dimulai pada tanggal 15 Desember 1945, ketika terjadi pertempuran sengit antara pasukan Indonesia dengan pasukan Belanda. Pertempuran ini terjadi selama 3 hari di wilayah Yogyakarta. 

Karena keberanian dan kegigihan pasukan Indonesia, akhirnya Belanda harus mengakui kemerdekaan Indonesia. Hari Juang Kartika juga merupakan penghormatan kepada para prajurit TNI yang gugur dalam pertempuran tersebut.

Pada Hari Juang Kartika, masyarakat seluruh Indonesia juga mengucapkan selamat Hari Juang Kartika kepada para prajurit TNI.

Ucapan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia.

Selain itu, Hari Juang Kartika juga menjadi momentum untuk mengenang para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. 

Latar belakang Hari Juang Kartika bermula dari sejarah berdirinya Korps Kartika yang merupakan badan tempur pertama TNI Angkatan Darat.

Korps Kartika didirikan pada tanggal 15 Desember 1945 di Yogyakarta dan memiliki tugas utama dalam mempertahankan kedaulatan negara serta melindungi keamanan masyarakat.

Peringatan Hari Juang Kartika juga menjadi momentum untuk mengenang peran dan pengabdian para prajurit Kartika yang telah berjuang dalam berbagai konflik dan pertempuran untuk menjaga kedaulatan negara.

Selain itu, Hari Juang Kartika juga menjadi ajang untuk memupuk semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air bagi generasi muda.

Hari Teh Internasional

teh chamomile yang bermanfaat untuk meredakan stress dan kecemasan//copyright freepik

Berdasarkan catatan Liputan6.com,  Hari Teh Internasional atau International Tea Day diperingati setiap 15 Desember. Teh telah menjadi minuman sehari-hari di seluruh dunia, termasuk di Indonesia:

Mengutip dari National Today, Hari Teh Internasional dimulai oleh serikat pekerja pada 2005. Peringatan ini dilaksanakam sebagai bentuk merayakan manfaat kesehatan, kepentingan ekonomi, dan warisan budaya teh, sambil memastikan produksi berkelanjutan teh dari ladang hingga ke cangkir.

Mengutip dari kemenparekraf.go.id, tren budaya minum teh Indonesia kian meningkat. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, apalagi Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia.

Munculnya budaya ngeteh di Indonesia tak bisa dipisahkan dari masa kolonialisme Belanda. Tren ngeteh di Indonesia dimulai sejak masuknya tanaman teh Camellia Sinensis dari Jepang yang dibawa ke Indonesia pada 1684.

Pada 1827, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pun mulai membudidayakan teh dalam jumlah besar dengan mendatangkan bibit teh dari Tiongkok untuk ditanam di Kebun Percobaan Cisurupan, Jawa Barat. Lambat laun, tanaman teh pun semakin berkembang di Pulau Jawa.

Akhirnya, teh menjadi salah satu komoditas yang wajib ditanam oleh masyarakat Indonesia, baik di tanah milik pribadi maupun di tanah sewaan. Sejak saat itu, teh mulai menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia.

Hingga kini, teh di Indonesia telah menjadi minuman sehari-hari. Teh telah menjadi menu minuman di angkringan hingga rumah makan.

Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia memiliki budaya ngeteh tersendiri. Sebut saja di Yogyakarta yang memiliki upacara tradisi minum teh tradisional yang dinamakan patehan.

Tradisi ini dilakukan untuk menjamu keluarga, kerabat, maupun tamu-tamu Sultan. Saat ini, patehan sudah tidak disajikan untuk Raja, tetapi tradisi ini masih tetap dilestarikan.

Hari Cupcake Nasional

cupcake cokelat (sumber: pixabay)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, hari ini diperingati sebagai Hari Cupcake Nasional. Cupcake sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1796. Saat itu, bentuk cupcake tidak seperti yang beredar sekarang, melainkan mirip dengan kue peri Inggris (Fairy Cake). 

Cupcake pun mulai berkembang seiring waktu. Salah satu pengarang terkemuka asal Amerika, Eliza Leslie juga pernah menulis resep cupcake dalam bukunya yang berjudul “Seventy-Five Receipts for Pastry, Cakes, and Sweetmeats”.

Sejak saat itu, mulai banyak restoran hingga hotel yang menyajikan cupcake sebagai menu pembuka. Namun, pada data itu cupcake masih belum dilapisi dengan krim seperti saat ini. 

Cupcake baru disajikan dengan krim saat mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill mengusulkan agar cupcake dapat dikonsumsi bersama dengan krim. Churchill menjadi orang pertama yang meminta cupcake dilapisi dengan krim.

Kini, cupcake sudah sangat bervariasi jenisnya. Pada perayaan hari ini, masyarakat bisa mengisinya dengan membuat cupcake sesuai dengan kreasinya masing-masing. 

Hari ini juga dapat dirayakan dengan berbagai kompetisi, salah satunya lomba membuat cupcake yang paling lezat. Meski begitu, perlu diingat konsumsi cupcake secara berlebihan juga tidak baik karena kadar gulanya yang tinggi.

Hari Otaku Sedunia

Anime One Piece. (lineup.toei-anim.co.jp)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, sampai saat ini belum jelas apa sebenarnya yang melatarbelakangi peringatan bagi pecinta anime, manga, dan cosplay pada 15 Desember.

Namun seperti dilansir dari American Post, World Otaku Day atau Hari Wibu Sedunia terkait dengan sebuah artikel mengenai Nakamori yang diterbitkan pada tanggal 15 Desember.

Tapi siapa Nakamori? Akio Nakamori adalah seorang penulis Jepang yang fokus membahas manga dan anime, yang pada tahun 1983, menggunakan istilah "Otaku" untuk Majalah Manga Burikko untuk pertama kalinya. Otaku merupakan istilah yang biasanya digunakan secara merendahkan untuk merujuk seseorang yang menekuni hobi secara obsesif.

Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan allanimemags.com, perayaan World Otaku Day atau Hari Wibu Sedunia, telah dihelat sejak tahun 2015. Namun ternyata, sumber tersebut menyebutkan bahwa World Otaku Day atau Hari Wibu Sedunia telah ada jauh sebelumnya. Hal itu ditandai dengan banyaknya postingan di berbagai platform media sosial yang mengatakan "happy world otaku day," yang diyakini muncul pertama kali pada 2012.

Setiap tanggal 15 Desember, para penggemar anime, manga, dan cosplay, merayakan World Otaku Day atau Hari Wibu Sedunia dengan cara mereka masing-masing. Ada yang merayakannya dengan menonton sejumlah episode anime dan membaca begitu banyak volume manga.

Pada akhirnya, World Otaku Day atau Hari Wibu Sedunia merupakan hari yang dibuat oleh dan untuk para penggemar anime dan manga sendiri.

Hari Jadi Kota Tarakan

Festival Iraw Tengkayu Ke-XIII yang digelar di Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal, Tarakan, Kalimantan Utara pada Minggu (6/10/2024). (Foto: Istimewa)

Dilansir Liputan6.com dari website Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalimantan Utara, cikal bakal Kota Tarakan berasal dari Kerajaan Tidung atau lebih dikenal dengan Kerajaan Tarakan. Kerajaan ini berkedudukan di Pulau Tarakan hingga Salimbatu dan berjaya sejak tahun 1076 sampai 1557 Masehi. 

Kemudian, pada tahun 1986 Masehi. Belanda mulai masuk ke Indonesia dan Kerajaan Tarakan perlahan menghilang eksistensinya. Saat itu, Belanda mendirikan sebuah perusahaan minyak bernama BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) di wilayah Tarakan. 

Selain itu, Belanda juga memperluas kekuasaannya dengan menempatkan seorang asisten residen yang bertanggung jawab atas lima wilayah. Kelima wilayah tersebut, yakni Tanjung Selor, Tarakan, Malinau, Apau Kayan dan Berau.

Usai Belanda pergi dan Indonesia berhasil mendapatkan kemerdekaannya, Tarakan pun mengalami perubahan status. Sebelumnya, Tarakan memiliki status Kewedanaan di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Status ini posisinya lebih rendah satu tingkat dibanding kabupaten dan di atas kecamatan. 

Pasca kemerdekaan, status Tarakan berubah menjadi kecamatan. Perubahan status ini pun tertuang dalam Keppress RI No. 22 Tahun 1963. Namun, karena perkembangan wilayah ini cukup pesat, status kecamatan pun berubah menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-Undang RI No. 29 Tahun 1997.

Perubahan status tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 15 Desember 1997. Hal ini lah yang menjadi layar belakang dipilihnya tanggal 15 Desember sebagai Hari Jadi Kota Tarakan. 

Pada tahun 1999 sampai sekarang. Tarakan sudah mendapatkan status Kota dari Pemerintah RI. Ketetapan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. 

Infografis Macam-Macam Kue Kering Khas Lebaran. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya