Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 14 Desember menjadi momentum refleksi global yang diwarnai beragam peringatan penting, mulai dari isu sejarah, lingkungan, hingga kemanusiaan.
Di Indonesia, salah satu peringatan penting yang dirayakan pada hari ini adalah Hari Sejarah Nasional.
Advertisement
Sebuah peringatan, di mana, memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan masa lalu sebagai landasan dalam memahami jati diri bangsa.
Hari Konservasi Energi juga diperingati pada hari ini, Minggu (14/12/2025). Sebuah momentum yang menegaskan urgensi penggunaan energi secara bijak dan berkelanjutan demi menjaga bumi bagi generasi yang akan datang.
Tak hanya itu, Hari Monyet Sedunia hadir sebagai pengingat pentingnya perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati.
Sementara itu, Hari Martir Intelektual di Bangladesh diperingati untuk mengenang para cendekiawan yang gugur demi kebebasan berpikir dan identitas bangsa.
Adapun peringatan unik yang turut melengkapi peringatan penting di hari ini. Di ranah ekonomi dan gaya hidup modern, Hari Pengiriman Gratis mencerminkan dinamika perdagangan digital yang semakin dekat dengan konsumen.
Program ini pertama kali diadakan pada 2008, lalu pada 2017 diperluas dengan layanan kupon khusus.
Beragam peringatan ini menjadikan 14 Desember sebagai hari sarat makna, yang menghubungkan sejarah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global.
Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 14 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
Hari Sejarah Nasional
Hari Sejarah Nasional diperingati setiap 14 Desember. Peringatan tahunan ini bertujuan untuk mengingat kembali sejarah panjang bangsa Indonesia dari masa ke masa.
Mengutip dari berbagai sumber, Hari Sejarah Nasional berawal dari Seminar Sejarah Nasional. Seminar yang diselenggarakan di Yogyakarta itu berlangsung pada 14-18 Desember 1957.
Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada dan Universitas Indonesia tersebut diadakan untuk mengumpulkan berbagai pendapat dan saran sebagai bahan pertimbangan menyusun sejarah nasional Indonesia. Penyusunan yang bersifat ilmiah ini harus dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, penyusunan sejarah Indonesia telah menjadi perdebatan. Perdebatan itu muncul sejak seminar sejarah pertama yang digelar Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia.
Beberapa hal penting dibahas dalam Seminar Sejarah Nasional. Pembahasan pertama berkaitan dengan ketidakpuasan para kalangan sejarawan terhadap penulisan sejarah kolonialistik yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda. Mereka menganggap, penulisan sejarah itu tidak mengungkapkan vitalitas yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Pembahasan kedua, bahwa di kalangan sejarawan berkembang kesadaran perlunya sejarah nasional Indonesia yang nasionalistik, yaitu menempatkan masyarakat Indonesia sebagai pemeran sentral.
Adapun pembahasan penting ketiga adalah adanya perbedaan pandangan antara peserta seminar, terutama Soedjatmoko dan Muhammad Yamin, tentang landasan filosofis dan metodologi yang digunakan untuk menyusun sejarah nasional Indonesia.
Oleh sebab itu, perlu adanya Kongres Sejarah Nasional untuk mengemukakan berbagai pemikiran mendalam dan kreatif tentang sejarah Indonesia. Seminar ini memiliki peran penting dalam historiografi nasional. Para sejarawan, peneliti, dan akademisi pun membahas dan merumuskan arah penulisan sejarah nasional Indonesia.
Sementara itu, pemerintah telah menetapkan Hari Sejarah Nasional setiap 14 Desember. Penetapan tanggal ini merujuk pada dimulainya pelaksanaan Seminar Sejarah Nasional di Yogyakarta.
Hari Konservasi Energi
Hari Konservasi Energi Sedunia yang diperingati setiap 14 Desember menjadi pengingat penting bagi masyarakat global akan nilai energi dalam kehidupan sehari-hari serta dampaknya terhadap kelangsungan ekosistem bumi.
Mengutip dari laman tesup, peringatan ini menyoroti tantangan besar di sektor energi, mulai dari kelangkaan sumber daya hingga ancaman pemanasan global yang dipicu oleh konsumsi energi berlebihan.Konservasi energi berarti menggunakan energi secara lebih efisien untuk menekan biaya dan meminimalkan kerusakan lingkungan.
Energi memang menjadi fondasi pembangunan manusia, dalam menopang kebutuhan dasar seperti pangan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, hingga aktivitas industri, namun penggunaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kemajuan negara menuntut pengelolaan yang lebih bijak.
Tingginya konsumsi energi bahkan kerap dijadikan indikator tingkat pembangunan suatu negara. Namun, ketergantungan pada sumber energi konvensional yang kian menipis menegaskan urgensi perubahan pola konsumsi.
Karena itu, peringatan ini mendorong penghematan energi tidak hanya di sektor industri dan lembaga publik, tetapi juga dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Melalui Hari Konservasi Energi Sedunia, masyarakat diajak berperan aktif menghemat energi di rumah, tempat kerja, dan ruang publik sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Hari Monyet Sedunia
Dilansir World Animal Protection, Hari Monyet Sedunia diperingati setiap 14 Desember dan menjadi momen penting bagi pegiat konservasi, lembaga perlindungan satwa, serta masyarakat global untuk menyoroti berbagai bentuk eksploitasi terhadap monyet.
Mulai dari praktik memelihara secara tidak layak, pemaksaan tampil dalam hiburan jalanan, hingga pemanfaatan mereka demi konten media sosial, peringatan ini mengajak publik lebih peduli pada kesejahteraan satwa tersebut.
Di sisi lain, Hari Monyet Sedunia juga menjadi ajang untuk merayakan keunikan monyet, baik dari perilaku, kecerdasan, maupun peran ekologisnya, serta mengenalkan karakter khas mereka kepada masyarakat luas.
Peringatan ini pertama kali muncul pada tahun 2000, berawal dari inisiatif sederhana seorang mahasiswa bernama Casey Sorrow bersama teman-temannya.
Hari Martir Intelektual di Bangladesh
Hari Martir Intelektual di Bangladesh yang diperingati setiap 14 Desember berakar dari tragedi kelam tahun 1971, menjelang berakhirnya Perang Pembebasan Bangladesh.
Dikutip merdeka, peristiwa ini tidak terlepas dari sejarah pemisahan India dan Pakistan pada 1947, yang kemudian memicu ketegangan berkepanjangan antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur (Bangladesh saat ini), terutama akibat diskriminasi bahasa, budaya, dan ketimpangan ekonomi terhadap masyarakat Bengali.
Konflik mencapai puncaknya pada 1971 ketika Partai Liga Awami dari Pakistan Timur memenangkan pemilu, namun kekuasaan ditolak oleh elit Pakistan Barat. Kekerasan pun pecah dan berujung pada perang kemerdekaan.
Menjelang kekalahan, pada 14 Desember 1971, tentara Pakistan Barat menculik, menyiksa, dan membunuh lebih dari seribu intelektual Bengali, termasuk guru, dokter, jurnalis, ilmuwan, dan profesional lainnya dalam upaya melumpuhkan masa depan bangsa yang sedang lahir.
Dua hari setelah tragedi tersebut, pasukan Pakistan menyerah dan Bangladesh resmi berdiri sebagai negara merdeka.
Untuk mengenang pengorbanan para cendekiawan itu, Bangladesh menetapkan 14 Desember sebagai Hari Martir Intelektual.
Peringatan ini bertujuan menegaskan bahwa perjuangan bangsa tidak hanya dilakukan melalui senjata, tetapi juga melalui pemikiran kritis dan kontribusi intelektual yang mendorong perubahan sosial, serta menjadi pengingat agar masyarakat Bangladesh, terutama generasi muda, tidak melupakan sejarah dan terus melanjutkan semangat perjuangan para pendiri bangsa.
Hari Pengiriman Gratis
Hari Pengiriman Gratis adalah momen belanja nasional yang kemudian berkembang menjadi situs kupon yang bisa dimanfaatkan sepanjang tahun. Program ini pertama kali diadakan pada 2008, lalu pada 2017 diperluas dengan layanan kupon khusus.
Tujuannya untuk membantu konsumen berbelanja online dengan lebih hemat melalui berbagai promo bebas biaya pengiriman dari sejumlah toko besar dan penjual daring pilihan.
Melansir dari laman National Today, gagasan akan Hari Pengiriman Gratis Nasional lahir dari pengusaha internet Luke Knowles.
Saat mengelola situs yang berfokus pada promo pengiriman gratis, ia melihat pola penurunan belanja online menjelang pertengahan Desember.
Hari Pengiriman Gratis Nasional telah menjadi agenda rutin dalam kalender belanja akhir tahun. Semakin banyak peritel yang berpartisipasi untuk menarik minat konsumen yang ingin menuntaskan kebutuhan belanja liburan mereka menjelang pertengahan hingga akhir Desember.