Pramono Anung Minta Warga Tahan Diri Usai Dua Mata Elang Tewas Dikeroyok di Kalibata

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan dari aparat penegak hukum terkait pengeroyokan mata elang.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 Desember 2025, 21:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta semua pihak menahan diri usai pengeroyokan penagih utang atau mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025). Pengeroyokan itu menewaskan dua mata elang.

“Saya sebagai Gubernur Jakarta meminta semuanya untuk menahan diri. Dan 'Jaga Jakarta' itu menjadi hal yang komitmen kita bersama,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan dari aparat penegak hukum terkait pengeroyokan mata elang.

“Setelah aparat penegak hukum memutuskan, tentunya Pemerintah Jakarta akan menindaklanjuti hal itu,” kata Pramono, dilansir Antara.

Penyebab Pengeroyokan Mata Elang

Dua mata elang dikeroyok hingga tewas. Polisi menyebut penyebab pengeroyokan itu adalah utang sepeda motor.

"Berawal dari adanya istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

Nicolas mengatakan, sang pemilik kendaraan sampai saat ini belum menerima uang sepeserpun dan mengerahkan temannya untuk menagih utang. Namun, dua orang yang bertugas menagih utang (debt collector) atau mata elang malah dikeroyok hingga meninggal dunia.

Dari peristiwa itu, kelompok dari dua korban itu meminta pertanggungjawaban dan warga sekitar juga meminta pelaku pengeroyokan segera diserahkan ke polisi.

"Kami dari pihak Polda Metro Jaya, Polres dan Polse, dan juga Brimob, kami berusaha untuk mengamankan warga-warga yang ada di sini, supaya tidak ada kelompok tersebut karena mereka sudah berencana untuk mau membalas," katanya.

Pihak Korban Ngamuk dan Bakar Warung hingga Kendaraan

Setelah aksi pengeroyokan berujung tewasnya dua mata elang, sekelompok orang mengamuk dengan membakar warung hingga kendaraan di Kalibata. Mereka diduga kelompok dua mata elang.

Polisi mengerahkan petugas untuk berjaga dan juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan untuk memadamkan api di lokasi.

Hingga Jumat pagi, personel TNI dan Polri terus berjaga di lokasi untuk memastikan kondisi sudah aman bagi masyarakat yang melintas.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya