3 Pemain Juventus Dinilai Krisis Identitas, Siapa Mereka?

Juventus menang atas Pafos, tetapi tiga pemain dinilai mengalami krisis identitas menurut Fabio Ravezzani.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 Desember 2025, 10:42 WIB
Skuad Juventus merayakan gol Weston McKennie ke gawang Pafos di matchday 6 league phase Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus memetik kemenangan penting, tetapi performa yang ditampilkan belum sepenuhnya meyakinkan. Kemenangan atas Pafos di Liga Champions memang menjaga peluang lolos, tetapi masalah mendasar masih terlihat jelas sejak menit awal.

Juventus tampil lambat dan kurang rapi dalam penguasaan bola pada babak pertama. Para pemain tampak ragu mengambil keputusan sehingga serangan yang dibangun tidak menghadirkan ancaman berarti. Kondisi tersebut dimanfaatkan Pafos, yang beberapa kali hampir mencetak gol lewat serangan balik cepat.

Fabio Ravezzani, jurnalis Italia, memberi kritik keras terhadap performa Juventus pada laga tersebut. Ia menilai perubahan taktik yang dilakukan Luciano Spalletti membantu kebangkitan tim. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa tiga pemain kini tengah mengalami krisis identitas dalam permainan mereka.


Perubahan Taktik Tak Cukup Menutupi Masalah Juventus

Andrea Cambiaso dan Lois Openda merayakan gol pertama Juventus dalam laga fase pembuka Liga Champions melawan Bodo/Glimt di Bodo, Norwegia, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. (Stian Lysberg Solum/NTB Scanpix via AP)

Luciano Spalletti mengubah formasi dari 3-4-2-1 menjadi 4-2-3-1 pada babak kedua. Perubahan ini membuat Juventus lebih efektif memegang bola dan menekan pertahanan lawan. Weston McKennie membuka keunggulan melalui tembakan keras, disusul Jonathan David yang menuntaskan kombinasi rapi untuk gol kedua.

Namun, Ravezzani menilai peningkatan performa tidak menghapus tanda bahaya yang terlihat pada satu jam pertama. “Juve buruk di babak pertama, tetapi akhirnya bisa bangkit pada babak kedua,” ujarnya.

Posisi Juventus di klasemen Liga Champions memang membaik. Namun, Spalletti harus melakukan perubahan nyata untuk menjaga stabilitas permainan tim.

Analisis tersebut membuka fokus baru pada performa beberapa pemain yang dianggap belum menunjukkan jati diri. Ravezzani menilai Andrea Cambiaso, Manuel Locatelli, dan Lois Openda sebagai sosok yang sedang mengalami masalah identitas permainan.


Situasi Serius di Skuad Juventus

Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, berjibaku melawan gelandang Juventus, Manuel Locatelli, pada pertandingan Liga Italia 2025/2026 di The Allianz Stadium, Turin, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Marco Bertorello)

Andrea Cambiaso menjalani laga yang tidak mudah, karena ia kesulitan membaca ritme permainan lawan. Namun, ia akhirnya bangkit dan mengirimkan assist brilian untuk gol pembuka McKennie. Dua kontribusi ini menunjukkan bahwa kualitas Cambiaso tetap ada, tetapi konsistensinya masih harus dibenahi.

Manuel Locatelli kembali bekerja keras di lini tengah dengan banyak tekel dan perebutan bola. Namun, kemampuan distribusinya kembali dipertanyakan karena beberapa kali gagal membangun serangan. Situasi ini membuatnya mendapat siulan dari penonton ketika Spalletti menariknya keluar pada menit ke-60.

Lois Openda tampil kurang meyakinkan setelah masuk sebagai pemain pengganti. Ia gagal memberikan dampak signifikan karena perannya di dalam skema permainan belum jelas. “Beberapa pemain sedang mengalami krisis identitas: Cambiaso, Locatelli, Openda. Lainnya kesulitan tampil pada level terbaik” kata Ravezzani, menegaskan betapa seriusnya situasi ini di dalam skuad.

Sumber: juvefc


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya