5 Tips agar Ikan Tongkol Tidak Bikin Gatal Saat Dikonsumsi, Dijamin Aman

Ingin menikmati lezatnya ikan tongkol tanpa khawatir gatal? Simak 5 tips ampuh agar ikan tongkol tidak bikin gatal dan aman dikonsumsi, mulai dari pemilihan hingga pengolahan yang tepat.

oleh Muhammad Farih FananiDiterbitkan 13 Desember 2025, 17:00 WIB
Ilustrasi Ikan Tongkol (Photo byauntmasako on Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Ikan tongkol merupakan salah satu jenis ikan laut yang populer di Indonesia karena rasanya yang lezat dan harganya terjangkau. Namun, tidak jarang konsumsi ikan ini dapat menimbulkan reaksi gatal-gatal pada sebagian orang. Reaksi ini biasanya disebabkan oleh kandungan histamin yang tinggi jika ikan tidak ditangani dengan benar.

Histamin adalah senyawa alami yang terbentuk pada ikan, terutama jenis ikan pelagis seperti tongkol, ketika proses pembusukan dimulai. Tingginya kadar histamin dapat memicu gejala alergi seperti ruam, gatal, hingga mual.

Untuk memastikan Anda dapat menikmati hidangan ikan tongkol dengan aman dan nyaman, ada beberapa tips efektif yang bisa diterapkan. Berikut ini Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Kamis (11/12/2025).

1. Pilih Ikan Tongkol yang Segar dan Berkualitas

Ilustrasi Ikan Tongkol (Photo by pasja1000 on Pixabay)

Pemilihan ikan tongkol yang segar merupakan langkah fundamental dalam mencegah reaksi gatal. Ikan tongkol secara alami mengandung histidin yang dapat berubah menjadi histamin jika penanganannya kurang tepat setelah ditangkap. Kadar histamin yang tinggi inilah yang seringkali menjadi pemicu utama gejala alergi pada konsumen.

  • Perhatikan ciri-ciri ikan tongkol segar sebelum membeli.
  • Mata ikan harus terlihat jernih dan tidak keruh, menunjukkan bahwa ikan masih dalam kondisi prima.
  • Insang ikan juga sebaiknya berwarna merah segar, bukan cokelat atau keabu-abuan.
  • Selain itu, daging ikan tongkol yang segar akan terasa kenyal saat ditekan dan tidak meninggalkan bekas jari.
  • Hindari ikan yang berbau busuk atau asam, karena ini menandakan proses pembusukan sudah berlangsung.

2. Bersihkan Bagian Ikan dengan Seksama

Setelah mendapatkan ikan segar, proses pembersihan harus dilakukan dengan teliti untuk mengurangi potensi gatal.

  • Buang seluruh isi perut ikan dan cuci bersih di bawah air mengalir hingga tidak ada kotoran atau lendir yang tersisa.
  • Baung bagian kepala dan insang ikan.
  • Bagian-bagian ini seringkali menjadi tempat berkumpulnya bakteri yang dapat mempercepat pembentukan histamin.
  • Iris tipis sekeliling ekor, lalu patahkan tulang ekor secara perlahan tanpa memutuskannya.
  • Selanjutnya, tarik bagian seperti benang hitam dari daging ekor, yang dipercaya mengandung kelenjar racun atau histamin pemicu gatal.

3. Manfaatkan Bahan Asam atau Garam

Ilustrasi garam. (Image by jcomp on Freepik)

Merendam ikan tongkol sebelum dimasak adalah metode efektif untuk mengurangi bau amis dan potensi gatal. Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti air perasan jeruk nipis, lemon, atau cuka dapur. Asam dari bahan-bahan ini membantu menetralkan senyawa penyebab gatal.

  • Rendam ikan selama 10-15 menit dengan air perasan jeruk nipis atau lemon untuk hasil optimal.
  • Jika menggunakan cuka, campurkan sedikit cuka dengan air dan rendam ikan selama beberapa menit saja.
  • Alternatif lain adalah merendam ikan dalam larutan air garam selama 15-30 menit.
  • Selain mengurangi bau, garam juga dapat memperkuat rasa ikan.
  • Marinasi semalaman dengan campuran garam, kecap asin, mirin, dan sake untuk hasil maksimal dalam mengurangi gatal.

4. Rebus atau Kukus dalam Waktu Singkat

Sebelum melanjutkan ke proses memasak utama, merebus atau mengukus ikan tongkol sebentar dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lendir dan bau yang mungkin masih melekat pada ikan. Ini juga membantu mengurangi kadar histamin.

Perebusan awal dapat membantu menurunkan konsentrasi histamin yang ada pada daging ikan. Jika Anda ingin memastikan ikan tongkol benar-benar aman dari potensi gatal, metode ini sangat disarankan. Ini adalah tips agar ikan tongkol tidak bikin gatal yang sering diabaikan.

Setelah direbus atau dikukus, ikan dapat langsung diolah sesuai resep yang diinginkan, seperti digoreng, dibakar, atau dimasak dengan bumbu. Pastikan air rebusan atau kukusan dibuang dan tidak digunakan kembali dalam masakan.

5. Arang untuk Menyerap Racun

Ilustrasi bubuk arang atau charcoal (Photo by Adrien Olichon on Unsplash)

Metode tradisional yang cukup unik namun efektif adalah penggunaan arang untuk merendam ikan tongkol. Arang dikenal memiliki kemampuan menyerap racun dan bau amis secara efisien. Ini bisa menjadi pilihan tambahan dalam tips agar ikan tongkol tidak bikin gatal.

  • Setelah ikan dibersihkan dan dipotong sesuai selera, rendam potongan tongkol dalam air yang telah dicampur dengan beberapa potong arang.
  • Biarkan ikan terendam selama kurang lebih lima menit.
  • Setelah perendaman, bilas ikan secara menyeluruh di bawah air mengalir hingga bersih.
  • Pastikan tidak ada sisa-sisa arang yang menempel pada daging ikan sebelum proses memasak dilanjutkan. 

People Also Ask

1. Mengapa ikan tongkol bisa menyebabkan gatal?

Jawaban: Ikan tongkol dapat menyebabkan gatal karena kandungan histamin yang tinggi, terutama jika tidak disimpan atau diolah dengan benar setelah ditangkap.

2. Bagaimana cara memilih ikan tongkol yang segar?

Jawaban: Pilih ikan tongkol dengan mata jernih, insang merah segar, daging kenyal saat ditekan, dan tidak berbau busuk atau asam.

3. Bagian mana dari ikan tongkol yang perlu dibersihkan secara khusus?

Jawaban: Selain isi perut, disarankan membuang kepala, insang, dan menarik benang hitam di ekor yang dipercaya mengandung kelenjar pemicu gatal.

4. Bahan apa yang bisa digunakan untuk merendam ikan tongkol agar tidak gatal?

Jawaban: Anda bisa merendam ikan dengan air perasan jeruk nipis, lemon, cuka, atau larutan air garam untuk mengurangi bau amis dan potensi gatal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya