Stroke Sebabkan 350 Ribu Kematian Tiap Tahun, Wamenkes Dante Ingatkan soal Golden Period 4,5 Jam

Selain kematian stroke yang tinggi, pasien yang selamat usai alami penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah juga tinggi ini berisiko mengalami kecacatan permanen.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 09 Desember 2025, 16:00 WIB
Jakarta luncurkan program Jakarta Siaga Stroke 2026. (Foto dok: Freepik/jcomp).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan stroke menjadi penyebab 350 ribu kematian setiap tahun di Indonesia. Selain kematian yang tinggi, pasien yang selamat usai penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah itu juga tinggi berisiko mengalami kecacatan permanen.

Maka dari itu, penanganan cepat menjadi kunci. Dante mengingatkan keberhasilan penyelamatan pasien sangat ditentukan oleh golden period yakni 4,5 jam sejak gejala pertama stroke muncul. Bila penanganan medis bisa dilakukan sebelum 4,5 jam maka risiko kecacatan dan kematian bisa dicegah.

Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,” tegas Dante dalam peluncuran Jakarta Siaga Stroke 2026 pada Jumat, 5 Desember 2026.

"Jadi, kalau pasien dari awal ke jalan kemudian langsung diobati, (dalam waktu) 4,5 jam, maka bisa selamat dan terhindar dari kecacatan," katanya lagi.

Maka dari itu, Dante menilai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons kondisi itu lewat Jakarta Siaga Stroke pada tahun depan menjadi pelopor penanganan cepat melalui inovasi layanan kesehatan.

"Jakarta bisa ditiru daerah lain untuk melakukan program-program inovatif seperti ini,” ucap Dante.

Di kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan program siaga stroke dipilih karena relevansinya dengan situasi kesehatan masyarakat saat ini. “Stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia." Pemprov DKI menggerakkan 584 anggota pasukan putih untuk memperkuat respons dalam penangan stroke.

“Ibu Kepala Dinas saya perintahkan agar pasukan putih membantu penanganan stroke. Karena golden period 4,5 jam itulah yang dibutuhkan,” kata Pramono.

Jakarta Siaga Stroke 2026, Wamenkes Dante Ingatkan soal Edukasi ke Warga

Dante mengugnkapkan untuk meningkatkan penanganan cepat pada kasus stroke, maka edukasi bagi seluruh warga Jakarta untuk mengenali gejala stroke secara dini harus diutamakan. Lalu, perlu dibarengi kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kesiapan masyarakat serta sistem kesehatan untuk merespon kejadian stroke.

"Sistem yang bagus kita buat, edukasi yang bagus kita buat, kalau masyarakat belum mengerti dan teredukasi tentang gejala awal stroke, maka golden periode pengobatan menjadi tidak berjalan," kata Dante.

Apa Itu Stroke?

 Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu, baik karena penyumbatan (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Bila dulu ini kondisi yang serang orang tua kini tida lagi. Beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus stroke di usia muda di dunia termasuk Indonesia.

"Beberapa usia yang saya temui sekitar 30, 40 tahun itu sekarang meningkat sekali,” kata Dodik.

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko stroke pada usia muda adalah gaya hidup yang kurang sehat.

“Kurang olahraga, pola makan tinggi lemak dan gula, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol di kalangan usia muda. Ini yang membuat kecenderungan usia muda lebih banyak (stroke) pada akhir-akhir ini,” jelas Dodik.

Aspek lain yakni tingkat stres juga memiliki peran besar. Pasalnya, iklim kompetisi pada usia muda cenderung tinggi sehingga dapat memicu gangguan tidur dan ujung-ujungnya menjadi risiko terjadinya stroke.

“Faktor medis lain mungkin usia muda itu mengidap suatu genetik seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, kegemukan, ini juga jadi risiko stroke.”

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya