Ramai-Ramai Mengecam Pernyataan Mohamed Salah Soal Konflik di Liverpool

Drama panas kembali menyelimuti Liverpool setelah Mohamed Salah melontarkan pernyataan mengejutkan usai laga kontra Leeds United, Minggu (7/12/2025) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 07 Desember 2025, 21:52 WIB
Striker Mesir nomor punggung 11 Liverpool, Mohamed Salah (kanan), bereaksi saat para pemain Nottingham Forest (belakang kiri) merayakan gol ketiga mereka dalam pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 22 November 2025. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Drama panas kembali menyelimuti Liverpool setelah Mohamed Salah melontarkan pernyataan mengejutkan usai laga kontra Leeds United, Minggu (7/12/2025) dini hari WIB.

Usai hasil imbang 2-2 yang membuat The Reds kembali gagal mengamankan kemenangan, fokus justru tertuju pada wawancara emosional sang bintang yang menuding klub telah “melemparkannya ke bawah bus”.

Salah, yang disimpan di bangku cadangan oleh manajer Arne Slot, mengaku kecewa berat dan menilai hubungannya dengan pelatih asal Belanda itu kini retak.

“Saya sangat kecewa. Saya sudah memberikan begitu banyak untuk klub ini selama bertahun-tahun. Tapi rasanya seperti klub ingin saya disalahkan,” ujar Salah dalam wawancara yang langsung memicu perdebatan luas.

Ia menambahkan bahwa perlakuan yang ia terima tak masuk akal dan berbeda dengan ekspektasinya sebagai pemain yang selama ini menjadi ikon klub. Pernyataan itu pun membuat publik bertanya-tanya: apakah hubungan Salah dan Liverpool benar-benar telah berada di ujung tanduk?


Reaksi Keras Para Legenda: Salah Lakukan Kesalahan Besar

Pemain Liverpool, Mohamed Salah memberikan tepuk tangan kepada para penonton setelah laga Liga Champions 2025/2026 melawan PSV di Anfield, Liverpool, Rabu (26/11/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Komentar Salah itu langsung memancing respons tajam dari sejumlah mantan pemain top Premier League. Michael Owen, eks striker Liverpool, menyebut bahwa ucapan sang winger adalah “kesalahan besar”.

“Mo, saya paham bagaimana perasaanmu. Kamu sudah membawa tim ini begitu lama. Tapi ini sepak bola tim. Kamu tak bisa mengatakan hal seperti itu di depan publik,” tulis Owen di media sosial.

Chris Sutton, mantan juara Premier League, bahkan lebih blak-blakan. Ia menyebut sikap Salah sebagai “memalukan” dan “tidak menghormati rekan setim maupun manajer”. Menurut Sutton, tidak ada pemain yang memiliki hak istimewa untuk selalu menjadi starter, terlebih ketika performanya sedang menurun.

Komentar itu ikut diamini oleh komentator BBC, Guy Mowbray, yang menilai pernyataan Salah seperti upaya mencari jalan keluar. “Semua orang bisa melihat performanya menurun. Ini terjadi pada pemain terbaik sekalipun. Ditarik keluar dari starting XI? Masuk akal,” katanya.


Saran Ekstrem untuk Salah: Kalau Mau Pergi, Segera Saja

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Mantan striker Liverpool lainnya, Stan Collymore, memberikan solusi paling straightforward: jika Salah ingin pergi, biarkan ia pergi secepatnya.

Menurutnya, manajer dan pemain harus berbicara empat mata, lalu menentukan jalan terbaik. Jika Salah tetap ingin hengkang, klub diminta tak berlarut-larut dan segera mengurus kepergiannya.

Lanjut Baca:

Jika bertahan, Slot harus tetap memainkan Salah dan menilainya berdasarkan performa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya