Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin Sampaikan Sikap soal Konflik NU

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Turmudzi Badaruddin mendukung jajaran Syuriyah PBNU, pasca keputusan pemberhentian Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya sebagai ketua umum.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 07 Desember 2025, 21:30 WIB
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Turmudzi Badaruddin. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Turmudzi Badaruddin mendukung jajaran Syuriyah PBNU, pasca keputusan pemberhentian Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya sebagai ketua umum.

Melalui sebuah video, TGH Turmudzi menegaskan bahwa Syuriyah, terutama Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, keputusan Rais Aam wajib dihormati oleh seluruh pengurus PBNU.

"Kepada seluruh para alim ulama, habaib, pemuka agama, masyarakat Nahdliyyin dan masyarakat Indonesia, saya atas nama H. M. Turmudzi Badaruddin mendukung putusan Rais Aam. Karena Rais Aam adalah yang tertinggi dalam organisasi," kata dia dalam keterangannya, Minggu (7/12/2025).

Dukungan ini dipandang menguatkan langkah Syuriyah PBNU dalam mengelola dinamika internal organisasi, mengingat sosok TGH Turmudzi salah satu figur kharismatik dan panutan di kalangan Nahdliyyin.

Dalam kesempatan itu, TGH Turmudzi juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga keteduhan dan mengikuti mekanisme organisasi sesuai dengan nilai-nilai NU, agar proses transisi pergantian Ketua Umum PBNU berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah umat.

Gus Yahya Terbuka Islah dan Singgung Masa Depan Tatanan NU

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyatakan terbuka untuk islah usai menghadiri silaturahim PBNU sesi kedua di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/12).

Gus Yahya mengaku sangat terharu atas perhatian para sesepuh PBNU yang memanggilnya untuk berdiskusi dan menunjukkan kepedulian terhadap organisasi.

“Saya sangat berterima kasih bahwa beliau-beliau berkenan untuk memanggil saya. Saya sangat terharu bahwa para sesepuh kita masih begitu peduli kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama ini,” katanya dalam keterangan yang diterima, Minggu (7/12/2025).

Dalam forum itu, Gus Yahya mengakui mendapat kesempatan untuk menjelaskan secara lengkap berbagai persoalan organisasi yang selama ini ditujukan kepadanya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan klarifikasi yang sebelumnya disampaikan melalui utusan Rais Aam telah ia jawab secara tuntas. Penjelasan tersebut juga turut dilengkapinya dengan dokumen dari Bendahara Umum PBNU Sumantri Suwarno serta Sekjen Amin Said Husni.

“Semuanya telah saya jawab dengan tuntas, dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni,” jelasnya.

Gus Yahya juga menitipkan pesan khusus kepada para kiai terkait masa depan tatanan organisasi NU. Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran PBNU sejak awal berkhidmah dengan niat tulus, sehingga penting menjaga struktur yang telah diwariskan para pendiri.

“Mohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini upaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan,” kata dia.

Ingatkan NU Didirikan dengan Aturan

Ia pun mengingatkan bahwa sejak awal NU didirikan dengan aturan dan struktur yang ketat. Bahkan Rais Akbar Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, juga tetap dibatasi wewenangnya oleh anggaran dasar.

“Maka mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun,” kata dia.

Terkait dengan pernyataan bahwa pertemuan di Pesantren Tebuireng, Jombang, tidak memengaruhi risalah rapat syuriyah, Gus Yahya menilai rapat harian syuriyah justru sudah bermasalah sejak awal.

“Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan harian syuriyah itu sangat bermasalah, membuat keputusan di luar wewenangnya. Jadi ini bermasalah. Semua ikutannya dari keputusan ini bermasalah semua,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya