Liputan6.com, Jakarta - Bayern Munchen memastikan tempat di babak 8 besar DFB-Pokal 2025/2026 setelah menang dramatis 3-2 atas Union Berlin di Stadion Alten Forsterei, Kamis dini hari waktu Indonesia. Pertandingan 16 besar yang kick-off pukul 02.45 WIB itu menghadirkan tensi tinggi sejak awal, dengan gol-gol cepat dan keputusan VAR yang mengubah jalannya laga.
Tiga gol Bayern tercipta melalui gol bunuh diri Ilyas Ansah pada menit ke-12, tandukan Harry Kane pada menit ke-24, serta gol bunuh diri Diogo Leite di masa tambahan waktu babak pertama. Union Berlin membalas lewat dua eksekusi penalti Leopold Querfeld pada menit ke-40 dan ke-55 yang sempat menjaga harapan tuan rumah.
Advertisement
Kemenangan ini memberi Bayern dorongan besar dalam upaya mereka merebut kembali gelar yang sudah lama lepas sejak 2020, sementara tim Steffen Baumgart harus tersingkir meski memberi perlawanan sengit di depan publik sendiri. Duel ketat sepanjang 90 menit menjadi gambaran betapa beratnya perjalanan kedua tim menuju fase gugur.
Dengan ritme pertandingan yang terus terbuka hingga menit akhir, laga ini menyuguhkan banyak momen kunci yang layak dicatat. Berikut laporan lengkap jalannya pertandingan.
Babak Pertama
Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Dalam 40 detik, Olise sudah menguji Ronnow dengan tembakan rendah. Bayern menguasai bola lebih banyak, sementara Union Berlin mencoba menekan dari lini depan. Peluang pertama tuan rumah hadir pada menit ke-9 lewat skema lemparan jauh Rothe yang memicu kemelut, namun dua percobaan mereka masih dapat diblok.
Gol pembuka Bayern lahir pada menit ke-12. Kimmich mengirimkan sepak pojok akurat ke tiang jauh dan bola mengenai paha Ansah sebelum masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu memicu tekanan beruntun Bayern yang memaksa Union semakin bertahan di area sendiri.
Union mencoba merespons melalui tembakan Ansah dan tandukan Doekhi, tetapi Neuer mampu mengantisipasi. Tekanan Bayern akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-24. Kimmich mengeksekusi sepak pojok dengan presisi dan Kane melompat paling tinggi untuk menuntaskannya menjadi gol kedua.