Liputan6.com, Semarang: Kemarau panjang menurunkan debit air Waduk Rawa Pening, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Hal ini membuat operasional empat dari lima unit Pembangkit Tenaga Air Jelok terhenti. Buntutnya, produksi listrik berkurang 50 persen dari kapasitas semula. Demikian pantauan reporter SCTV dari Semarang hingga Kamis (11/9) ini.
Berdasarkan catatan PLTA Jelok pada Januari 2003, produksi listrik mencapai 8,8 gigawatt per jam. Namun pada Agustus turun menjadi cuma 3,91 gigawatt per jam. Dengan kondisi debit air yang terus menurun seperti belakangan ini, produksi untuk September mendatang dipastikan terus merosot. Apalagi empat dari lima unit pembangkit tak beroperasi.
Waduk Rawa Pening memiliki debit air maksimal 65 juta meter kubik. Kapasitas airnya bisa digunakan mengairi puluhan ribu hektare sawah di Kabupaten Semarang, Grobogan, Demak, Kudus, Kota Salatiga, dan Kota Semarang. Air Rawa Pening juga dimanfaatkan untuk PLTA Jelok dan Timlo dengan kapasitas terpasang 32.980 Kilo Watt serta kemampuan maksimal 25.000 kW.
Musim kering juga membuat tingkat keasaman tanah menurun. Kondisi ini mengakibatkan kolam-kolam ikan di kawasan Rawa Pening tercemar. Tak pelak pengusaha kolam ikan merugi karena ikan banyak mati [baca: Air Bendungan Katulampa Mengering]. Ribuan nelayan yang biasa memburu ikan di rawa-rawa setempat juga mengeluhkan tangkapan ikan yang minim. Jika sebelumnya lima kilogram per hari, kini maksimal hanya tiga kg bisa dibawa pulang.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Berdasarkan catatan PLTA Jelok pada Januari 2003, produksi listrik mencapai 8,8 gigawatt per jam. Namun pada Agustus turun menjadi cuma 3,91 gigawatt per jam. Dengan kondisi debit air yang terus menurun seperti belakangan ini, produksi untuk September mendatang dipastikan terus merosot. Apalagi empat dari lima unit pembangkit tak beroperasi.
Waduk Rawa Pening memiliki debit air maksimal 65 juta meter kubik. Kapasitas airnya bisa digunakan mengairi puluhan ribu hektare sawah di Kabupaten Semarang, Grobogan, Demak, Kudus, Kota Salatiga, dan Kota Semarang. Air Rawa Pening juga dimanfaatkan untuk PLTA Jelok dan Timlo dengan kapasitas terpasang 32.980 Kilo Watt serta kemampuan maksimal 25.000 kW.
Musim kering juga membuat tingkat keasaman tanah menurun. Kondisi ini mengakibatkan kolam-kolam ikan di kawasan Rawa Pening tercemar. Tak pelak pengusaha kolam ikan merugi karena ikan banyak mati [baca: Air Bendungan Katulampa Mengering]. Ribuan nelayan yang biasa memburu ikan di rawa-rawa setempat juga mengeluhkan tangkapan ikan yang minim. Jika sebelumnya lima kilogram per hari, kini maksimal hanya tiga kg bisa dibawa pulang.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)