Nissan Recall Hampir 42 Ribu Mobil Akibat Masalah pada Kaca Depan yang Bergelembung

Nissan me-recall hampir 42.000 mobil karena memiliki masalah pada bagian kaca depannya akibat cacat produksi

oleh Azkal Azkia NurrohmatDiterbitkan 05 Desember 2025, 06:13 WIB
Hampir 42.000 unit Nissan Sentra ditarik kembali akibat masalah gelembung pada kaca depannya (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Nissan resmi mengumumkan penarikan kembali hampir 42 ribu unit Nissan Sentra di Amerika Serikat akibat masalah pada kaca depan. Masalah ini muncul karena cacat produksi yang memungkinkan udara terperangkap di lapisan laminasi kaca, sehingga menimbulkan gelembung yang dapat mengganggu visibilitas pengemudi.

Kasus ini mencuat ketika musim dingin mulai melanda Amerika Serikat. Banyak pemilik mobil menghabiskan waktu untuk membersihkan es dari kaca depan sebelum bepergian. 

Namun, bagi salah satu pemilik Nissan Sentra, proses ini berubah menjadi pengalaman yang menjengkelkan ketika ia menemukan gelembung-gelembung mencolok di kaca depan kendaraannya.

Mengutip laporan CarandDriver yang bersumber dari dokumen NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), jumlah unit yang terdampak mencapai 41.797 unit.

Mobil-mobil ini diketahui memiliki gelembung udara yang terlihat jelas pada lapisan laminasi kaca. 

Lokasi gelembung tersebut menjadi faktor penentu apakah kaca depan memenuhi standar “Bahan Kaca” yang telah ditetapkan regulasi federal.

Aturan tersebut dengan tegas melarang adanya gelembung atau cacat yang muncul lebih dari 13 mm atau setengah inci dari tepi luar kaca depan.

Jika cacat berada di area tersebut, kaca dinilai tidak memenuhi syarat legalitas kendaraan untuk dipakai di jalan raya karena dapat mengganggu pandangan pengemudi, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.

Investigasi Permasalahan Gelembung di Kaca Depan Nissan Sentra

Penarikan kembali ini mencakup Sentra model tahun 2025 yang diproduksi mulai 5 Juli 2025. Dari total unit yang terdampak, sekitar 2,2 persen atau kurang lebih 919 unit diperkirakan benar-benar memiliki cacat tersebut. 

Meski persentasenya kecil, risiko yang ditimbulkannya tetap signifikan karena masalah visibilitas dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa sumber masalah kemungkinan disebabkan oleh pin lokasi yang tidak sejajar saat proses pembuatan kaca.

Ketidaksejajaran ini menyebabkan tekanan tidak merata pada cetakan, sehingga memicu munculnya gelembung udara pada laminasi kaca depan.

Sebagai tindak lanjut, Nissan akan meminta dealer untuk memeriksa kaca depan pada setiap unit yang terdampak. Jika ditemukan cacat, kaca akan diganti secara gratis.

Dealer sudah menerima pemberitahuan sejak 21 November 2025, sementara pemilik kendaraan akan mulai diberi tahu pada 15 Januari 2026.

Dengan langkah ini, Nissan berharap dapat memastikan keselamatan pengemudi sekaligus mempertahankan standar kualitas produknya dalam jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya