Liputan6.com, Jakarta- Tidur nyenyak di malam hari adalah keinginan orang yang tengah didera flu. Namun, banyak orang justru merasa gejala yang dirasakan memburuk pada saat malam hari.
Para ahli kesehatan mengatakan fenomena ini bukanlah kebetulan. Terdapat beberapa faktor biologis yang membuat gejala flu terasa menyiksa di malam hari.
Advertisement
Berikut empat alasan flu memburuk di malam hari mengutip laman Health pada Selasa, 2 Desember 2025.
1. Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja di Malam Hari
Jam internal tubuh memberi sinyal kepada sel-sel kekebalan untuk lebih aktif pada malam hari. Selain itu, sel-sel kekebalan tubuh bekerja lebih keras melawan infeksi.
Kemudian, sel yang memicu peradangan cenderung mencapai puncaknya pada malam hari, tepat ketika kita bersiap untuk tidur.
2. Kadar Hormon Kortisol Menurun
Pada saat jam internal tubuh juga mengatur kadar hormon, termasuk hormon kortisol. Dikenal sebagai hormon stres. Memiliki peran dalam mengurangi peradangan.
Kemudian, kadar kortisol secara alami akan menurun pada malam hari. Penurunan ini membantu tubuh agar rileks, tetapi juga memiliki efek anti-peradangan dari kortisol ikut melemah.
Kadar kortisol yang rendah dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh meningkat, membuat gejala flu terasa lebih parah. Penurunan ini juga berpotensi menyebabkan demam naik pada malam hari, yang tentu menambah ketidaknyamanan.
3. Lendir Menumpuk saat Berbaring
Posisi tidur juga memiliki pengaruh besar terhadap gejala flu. Saat kita berbaring rata, lendir dan cairan sinur akan berkumpul di bagian belakang tenggorokan.
Penumpukan ini yang memicu batuk parah, bahkan berkontribusi pada nyeri sinus dan sakit kepala. Untuk mengurangi batuk dan mendukung tidur yang lebih baik, cobalah tidur dengan kepala lebih terangkat. Kemudian, gunakan bantal ektra agar posisi kepala lebih tinggi dari dada.
4. Kurangnya Pengalihan Perhatian
Siang hari, kita disibukkan dengan pekerjaan, tugas, dan berbagai aktivitas. Semua kesibukan itu secara alami mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat flu.
Namun, saat malam hari tiba dan kita berbaring dalam keheningan, perhatian kita menjadi sepenuhnya terfokus pada gejala-gejala yang dirasakan. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa memberi perhatian lebih pada rasa sakit dan ketidaknyamanan justru dapat memperburuk gejala tersebut.
Meredakan Gejala Flu Malam Hari
Cara agar mendapatkan tidur lebih baik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya sebagai berikut:
- Obat Rumahan Alami
1. Kumur Air Garam
Berkumur air garam dapat mengencerkan lendir dan meredakan batuk.
2. Terapi Uap
Menghirup uap dari humidifier atau kamar mandi air panas dapat melonggarkan lendir dan meredakan batuk.
3. Istirahat Cukup
Berikan tubuh untuk pulih dengan istirahat sebanyak mungkin.
4. Cairan
Minum banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
5. Madu
Madu bertindak sebagai pereda batuk alami. Mengonsumsi satu sendok madu atau campur dalam teh herbal sebelum tidur. Selain itu, perlu diingat juga agar tidak memberikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan.
Obat Bebas
1. Obat Pereda Nyeri
Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat meredakan demam dan sakit kepala.
2. Obat Batuk
Pilihlah jenis yang sesuai. Ekspektoran membantu batuk berdahak, sementara supresan batuk dapat menekan batuk saat tidur.
3. Dekongestan Hidung
Obat yang mengandung phenylephrine dapat membantu mengurangi hidung tersumbat. Perlu diingat bagi penderita tekanan darh tinggi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
4. Permen Pelega Tenggorokan
Saat sakit tenggorokan, untuk meredakan dan mengurangi batuk. Penting untuk diingat bahwa flu disebabkan oleh virus dan antibiotik yang hanya efektif untuk infeksi bakteri. Flu umumnya bisa disembuhkan dengan sendirinya.
- Kapan Harus Ke Dokter?
Sebagian besar pada kasus flu dapat diatasi di rumah. Namun, segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Nyeri dada
- Pusing atau pingsan
- Kebingungan
- Rasa sakit atau muntah yang tidak terkontrol
Gejala flu biasa berlangsung hingga 14 hari lamanya. Jika gejala ini tidak bertahan lebih dari dua minggu, pertimbangkan untuk menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.