Prilly Latuconsina Luncurkan Buku Retak Luruh Kembali Utuh, Bicara Luka dan Upaya Memulihkan Diri

Prilly Latuconsina melahirkan Retak Luruh Kembali Utuh, buku yang berubah jadi ruang kontemplatif intim untuk siapa saja yang menghadapi fase pahit.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 30 November 2025, 17:00 WIB
Prilly Latuconsina melahirkan Retak Luruh Kembali Utuh, buku yang berubah jadi ruang kontemplatif intim untuk siapa saja yang menghadapi fase pahit. (Foto: Dok. Tim Prilly Latuconsina)

Liputan6.com, Jakarta Prilly Latuconsina tak lelah berkarya. Bintang film Kukira Kau Rumah melahirkan Retak Luruh Kembali Utuh, sebuah buku yang berubah menjadi ruang kontemplatif intim untuk siapa saja yang tengah atau telah menghadapi fase pahit.

Buku ini menangkap perjalanan emosional perempuan kala terluka, kehilangan, kemudian menyembuhkan diri hingga berhasil pulih. Prilly Latuconsina tak hanya menulis perasaan, tapi juga mengurasi kedewasaan emosional kolektif.

Retak Luruh Kembali Utuh bukan sekadar kumpulan puisi. Ini healing ala Prilly Latuconsina. Dengan bahasa lembut, reflektif, dan intim, buku ini diharapkan menjadi ruang aman bagi siapa pun yang sedang berdamai dengan diri sendiri.

Disajikan dalam tiga fase, bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala mengajak pembaca mencintai diri sendiri dan berani keluar dari fase yang membuat mereka “retak.” Setelahnya ada fase luruh. Di sini, Prilly Latuconsina mengajak publik menerima dan mencoba pulih.

 


Bukan Untuk Terlihat Kuat

Prilly Latuconsina. (Foto: Dok. Tim Prilly Latuconsina)

Pada fase kembali utuh, ia menuang berbagai pengalaman serta emosi setelah menemukan “rumah” yang didamba. Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Minggu (30/11/2025), Prilly Latuconsina menjelaskan misi menulis buku baru.

“Aku menulis bukan untuk terlihat kuat, tapi supaya aku enggak terus bersembunyi di balik luka,” kata Prilly Latuconsina. “Buku ini berangkat dari gagasan penting bahwa setiap luka membutuhkan bahasa agar bisa dipahami,” imbuhnya.

 


Jam-Jam Paling Sunyi

Prilly Latuconsina. (Foto: Dok. Tim Prilly Latuconsina)

Lewat tulisan, Prilly Latuconsina memberi ruang bagi perasaan yang sering sulit diutarakan. Patah, marah, kecewa, serta hening yang tertinggal setelah semuanya luruh membutuhkan jalan keluar untuk mencapai kelegaan hati.

Karya ini tidak menawarkan jawaban instan. Sebaliknya, Prilly Latuconsina menawarkan pendampingan. Tiap bagian dirangkai seperti refleksi jujur, seolah pembaca mendengarkan seseorang bercerita pada jam-jam paling sunyi.


Berdamai Dengan Luka

Prilly Latuconsina. (Foto: Dok. Tim Prilly Latuconsina)

Semoga setiap baitnya bisa memberikan kalian kekuatan untuk berdamai dengan luka dan kembali utuh menjadi diri yang lebih baik lagi. Peluk jauh untuk kalian,” Prilly Latuconsina menulis di akun Instagram terverifikasi, pada 8 November 2025.

Lahir di tengah meningkatnya percakapan publik soal kesehatan emosional, Retak Luruh Kembali Utuh rilisan Pastel Books adalah representasi gelombang kesadaran kolektif dari generasi saat ini yang makin berani mengaku patah hati, trauma, maupun pemulihan diri.

 

 

Buku populer di Indonesia dari masa ke masa sudah berkembang sebelum era kemerdekaan. (Dok: Liputan6.com/Trie Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya