Man United Dibayangi Rekor Buruk Jelang Lawan Palace: Ruben Amorim Ungkap PR Besar yang Belum Tuntas

Ruben Amorim beberkan dua masalah utama Manchester United jelang tandang ke markas Crystal Palace di pekan ke-13 Premier League.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 30 November 2025, 18:04 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Grimsby Town, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United bersiap menghadapi ujian berat ketika bertandang ke markas Crystal Palace pada pekan ke-13 Premier League 2025/2026. Laga ini digelar di Selhurst Park pada Minggu (30/11/2025) malam WIB dengan tekanan besar mengarah pada kubu tamu. Kekalahan terbaru dari Everton membuat situasi makin rumit bagi Setan Merah. Dua kekalahan beruntun bukan sesuatu yang ingin mereka bawa ke London Selatan.

Perjalanan ke Selhurst Park pun bukan sekadar laga tandang biasa. United membawa rekam jejak minor di markas Palace dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tak pernah menang dalam empat pertemuan terakhir, kalah tiga kali dan hanya sekali seri. Situasi ini membuat duel kali ini terasa lebih menegangkan.

Catatan tandang Manchester United musim ini juga gagal menghibur para pendukungnya. Mereka baru meraih satu kemenangan tandang, sementara total hanya tiga kemenangan dari 26 lawatan terakhir ke markas tim-tim London. Tekanan untuk memutus tren negatif itu kini berada di pundak Ruben Amorim.

Amorim pun sadar bahwa laga ini tak akan mudah untuk timnya. Ia menuntut perbaikan cepat, terutama setelah performa mengecewakan di Old Trafford pekan lalu. Setan Merah harus menemukan kembali konsistensi permainan jika ingin pulang dengan tiga poin.


Amorim Akui MU Sulit Konsisten Jaga Intensitas

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Ruben Amorim menegaskan bahwa salah satu akar masalah Manchester United adalah inkonsistensi dalam menjaga intensitas permainan. Menurutnya, performa tim berbeda drastis antara laga kandang dan tandang, dan hal itu kembali terlihat saat dikalahkan Everton. United mampu tampil agresif di Old Trafford pada banyak kesempatan, namun gagal menjaga ritme tersebut ketika dibutuhkan.

Amorim menilai para pemainnya belum mampu mempertahankan standar permainan yang sama di setiap pertandingan. Situasi itu menciptakan celah bagi lawan untuk mengambil alih momentum, terutama dalam duel-duel tandang yang penuh tekanan. Selhurst Park, yang terkenal sulit ditaklukkan, tentu menjadi ujian berat berikutnya.

"Saya merasa selama tahun ini, ketika kami bermain di kandang, intensitasnya lebih tinggi. Dan saya merasa dalam pertandingan kandang ini (melawan Everton), intensitasnya tidak selevel," ucapnya, dikutip dari Goal.

Lanjut Baca:

"Jadi, saya pikir itu sesuatu yang perlu kami perbaiki. Sulit untuk menjelaskan satu hal mengapa kami tidak menang di laga tandang,” keluhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya