Liputan6.com, Jakarta - Rumah mode Italia, Armani, mengambil langkah besar dengan menunjuk dewan direksi baru yang beranggotakan delapan orang. Melansir Euronews, Minggu, 30 November 2025, langkah strategis ini diambil untuk memandu perusahaan melewati masa transisi krusial setelah wafatnya sang pendiri, Giorgio Armani, pada usia 91 tahun, Kamis, 4 September 2025. Dewan baru ini merupakan hasil seleksi ketat oleh Yayasan Armani dan para ahli waris desainer tersebut.
Komposisi dewan ini melibatkan tokoh-tokoh penting di industri, termasuk mantan eksekutif senior Armani, John Hooks, dan mantan CEO Gucci, Marco Bizzarri. Sementara, Leo Dell’Orco ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direksi dan Giuseppe Marsocci, manajer lama yang dipercaya grup, resmi menjabat sebagai CEO dan direktur pelaksana.
Advertisement
Anggota dewan lainnya meliputi keponakan Armani, Silvana dan Andrea Camerana, pendiri Yoox Federico Marchetti, serta pengusaha Angelo Moratti. Leo Dell’Orco, dalam pernyataannya pada Jumat, 28 November 2025, menegaskan pentingnya peran dewan ini.
Ia mengatakan bahwa komposisi dewan baru tersebut "mewakili jaminan terbaik untuk kelanjutan, peningkatan, dan modernisasi gagasan keindahan, model bisnis, dan nilai-nilai etis yang dikembangkan oleh Tuan Armani selama 50 tahun sejarahnya."
Mengutip AP, Giorgio Armani telah mengatur pembagian kendali atas kerajaan bisnisnya secara terperinci dalam wasiat terakhirnya. Armani memberikan sebesar 40 persen dari bisnisnya kepada kolaborator lama sekaligus kepala pakaian pria, Leo Dell’Orco.
Pembagian Kekuasaan dan Wasiat Bisnis
Sementara itu, keponakannya Silvana Armani, yang memimpin divisi pakaian wanita, dan Andrea Camerana masing-masing mendapatkan bagian sebesar 15 persen. Sisa kepemilikan saham sebesar 30 persen akan dikendalikan oleh Yayasan Armani, sebuah badan yang didirikannya pada 2016 sebagai kendaraan suksesi perusahaan.
Komite eksekutif Giorgio Armani menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut mengonfirmasi "niat Tuan Armani untuk menjaga kesinambungan strategis, kohesi perusahaan, dan stabilitas keuangan untuk pengembangan jangka panjang." Prioritas utama yayasan saat ini adalah menunjuk seorang kepala eksekutif untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pendirian.
Selain itu, wasiat tersebut juga mencakup anggota keluarga lainnya. Keponakan Armani, Roberta yang selama ini menjadi penghubung dengan klien selebritas, serta saudara perempuannya, Rosanna, masing-masing diberikan jatah saham non-hak suara sebesar 15 persen. Dokumen wasiat itu telah disetorkan ke otoritas pajak Italia dan menjadi pedoman utama struktur perusahaan ke depan.
Instruksi Penjualan Saham dan Masa Depan Merek
Giorgio Armani dikenal sebagai sosok yang jarang menerima tawaran bisnis semasa hidupnya, namun dalam wasiatnya, ia memberikan instruksi spesifik mengenai penjualan saham. Desainer tersebut menginstruksikan para ahli warisnya untuk menjual saham minoritas awal sebesar 15 persen dari kerajaan mode miliknya.
Penjualan ini harus dilakukan tidak kurang dari satu tahun dan dalam kurun waktu 18 bulan setelah kematiannya. Armani memberikan prioritas penjualan kepada raksasa kacamata Essilor-Luxottica, konglomerat Prancis LVMH, perusahaan kosmetik L’Oreal, atau grup mode lain yang memiliki status setara.
Lebih jauh, dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun, Armani menetapkan bahwa pembeli yang sama harus meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 30 persen hingga 54,9 persen. Opsi lain yang diberikan adalah pelepasan saham serupa melalui penawaran umum perdana (IPO) di pasar saham Italia atau pasar sejenis.
Langkah ini dirancang untuk mengamankan "masa depan terbaik bagi perusahaan dan merek," sebagaimana digarisbawahi oleh komite eksekutif. Yayasan Armani dipastikan tidak akan memegang kurang dari 30 persen saham, menjadikannya penjamin permanen.
Warisan Pribadi dan Filosofi Desain Terakhir
Selain mengatur nasib perusahaan, wasiat Giorgio Armani juga merinci distribusi kekayaan pribadinya yang sangat besar. Armani masih memegang 2,5 persen saham di perusahaan kacamata Essilor-Luxottica yang bernilai sekitar 2,5 miliar euro (sekitar Rp42,5 triliun).
Dari jumlah tersebut, 40 persen diwariskan kepada Leo Dell’Orco, sementara sebagian besar sisanya diberikan kepada anggota keluarga. Aset pribadinya juga mencakup properti mewah di Milan, New York, Pulau Pantelleria di Sisilia, dan St. Tropez di French Riviera.
Sebagai penghormatan terakhir terhadap kariernya yang legendaris, koleksi Emporio Armani dan Giorgio Armani terakhir yang dirancang langsung sang pendiri dipresentasikan dalam Milan Fashion Week yang dibuka pada 23 September 2025. Sebuah pameran khusus di Pinacoteca di Brera juga akan digelar untuk menandai peringatan 50 tahun rumah mode tersebut.
Dalam wasiatnya, Armani meninggalkan pesan yang jelas mengenai arah kreatif merek di masa depan. Ia menetapkan bahwa koleksi-koleksi mendatang harus dipandu oleh filosofi desain yang "esensial, modern, elegan, dan bersahaja dengan perhatian pada detail dan kenyamanan pakai."