West Ham vs Liverpool: Krisis The Reds Berlanjut di London?

Pertandingan krusial West Ham vs Liverpool akan tersaji di Premier League.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 30 November 2025, 08:00 WIB
Penyerang Liverpool asal Swedia #09, Alexander Isak (tengah), gelandang Liverpool asal Hongaria #08, Dominik Szoboszlai (kiri), dan penyerang Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, menunggu babak kedua dimulai dalam pertandingan Premier League antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 19 Oktober 2025. (PETER POWELL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Premier League West Ham vs Liverpool berlangsung di London Stadium, Minggu (30/11/2025) pukul 21.05 WIB. Laga ini menjadi sorotan utama mengingat kondisi kedua tim yang kontras menjelang pertandingan penting tersebut.

Liverpool, yang sedang terpuruk dalam krisis performa, harus menghadapi West Ham yang justru menunjukkan kebangkitan.

Kunjungan Liverpool ke markas West Ham pada Minggu ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi pelatih Arne Slot. Setelah serangkaian hasil buruk, posisi Slot di kursi kepelatihan mulai dipertanyakan. Sementara itu, West Ham di bawah asuhan Nuno Espirito Santo berhasil menemukan kembali ritme permainan terbaiknya.

Duel ini tidak hanya krusial untuk perbaikan posisi di klasemen, tetapi juga dapat menjadi penentu arah musim bagi kedua klub. Mampukah Liverpool mengakhiri tren negatif mereka, atau justru West Ham yang akan memanfaatkan momentum kebangkitan untuk menambah penderitaan The Reds?


Krisis Liverpool yang Kian Mendalam

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (tengah), berjalan di lapangan setelah peluit akhir pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, Minggu (26-10-2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)

Liverpool sedang berada dalam periode "free-fall" yang mengkhawatirkan. Kekalahan telak 4-1 dari PSV Eindhoven di Liga Champions menjadi puncak dari serangkaian hasil buruk yang menimpa The Reds. Ini merupakan kali pertama dalam 72 tahun Liverpool menelan tiga kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih.

Selain itu, mereka juga menyamai rekor tidak diinginkan dari musim 1929-30, yakni kalah tiga pertandingan kandang dengan selisih tiga gol atau lebih dalam satu musim. Di Premier League, Liverpool sebelumnya dihajar 3-0 oleh Manchester City dan Nottingham Forest. Rentetan hasil ini membuat mereka terdampar di posisi ke-12 klasemen sementara.

Memasuki pekan ke-13, Liverpool secara poin lebih dekat ke zona degradasi daripada pemuncak klasemen Arsenal. Mereka bahkan berpotensi kebobolan tiga gol atau lebih dalam tiga pertandingan liga berturut-turut, sebuah rekor buruk yang terakhir terjadi pada tahun 1955. Performa tandang juga sangat buruk, dengan empat kekalahan beruntun di Premier League, kebobolan setidaknya dua gol di setiap laga.

Lebih parahnya, Liverpool telah kalah dalam lima pertandingan tandang terakhir di Premier League melawan klub-klub London.


Kebangkitan West Ham di Bawah Nuno

Pemain West Ham United, Jarrod Bowen (kiri), merayakan kemenangan atas Everton bersama Niclas Fullkrug dalam laga Premier League Summer Series di Chicago, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Nam Y. Huh)

Berbanding terbalik dengan Liverpool, West Ham United justru menikmati kebangkitan performa yang signifikan di bawah arahan pelatih Nuno Espirito Santo. The Hammers berhasil meraih tujuh poin dari sembilan poin maksimal yang ditawarkan di liga, menunjukkan peningkatan yang drastis.

Lanjut Baca:

Berkat performa apik di bulan November, West Ham berhasil merangkak naik dari zona degradasi ke posisi ke-17. Mereka mencatatkan kemenangan beruntun atas Newcastle United dan Burnley di kandang, diikuti dengan hasil imbang 2-2 yang mendebarkan melawan Bournemouth. Hasil ini menunjukkan daya juang tim yang tinggi. Meskipun hanya unggul tipis selisih gol dari Leeds United yang berada di posisi ke-18, performa kandang West Ham menjadi kekuatan utama. The Irons berpeluang memenangkan tiga pertandingan Premier League berturut-turut di London Stadium dalam satu musim, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi pada Oktober 2022. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya