Liputan6.com, Jakarta Desember 2025, sejumlah film horor Indonesia siap mengintai bioskop. Salah satunya, Riba yang dibintangi Ibrahim Risyad dan Fanny Ghassani. Film ini membahas pesugihan Getih Anak. Riba karya sineas Adhe Dharmastriya siap tayang di bioskop mulai 4 Desember 2025.
Riba diangkat dari utas viral karya Mitologue yang mengisahkan fenomena gagal panen para petani tembakau. Sebagian dari mereka kemudian terjerat utang dengan bunga atau riba tinggi hingga tak mampu bayar. Akibatnya, kemiskinan yang mengerikan.
Advertisement
Riba yang diproduksi Verona Films terasa relevan dengan kehidupan masa kini. Di era digital, utang bukan lagi dari rentenir yang mengetuk pintu rumah-rumah warga melainkan aplikasi alias pinjol. Dampaknya pun tak main-main.
Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 tokoh penting dalam Riba. Selain Ibrahim Risyad dan Fanny Ghassani, film ini dibintangi Wafda Saifan, Jajang C. Noer, Pritt Timothy, Kevin Danu, dan Emilat Morshedi.
1. Sugi (Ibrahim Risyad)
Petani tembakau yang menghadapi kenyataan pahit gagal panen. Tembakau yang dituai gagal jadi srintil (kualitas premium) sementara utangnya kepada lintah darat kadung menggunung.
Putra sulung Sugi, Dimas (Kevin Danu), sudah lama sakit sampai tak bisa bangun dari ranjang. Saking depresi dengan impitan utang, istrinya rela menggadaikan sertfikat tanah ke rentenir.
2. Muji (Wafda Saifan)
Ketika rentenir memberi batas waktu pelunasan utang 3 hari, Sugi makin kalut karena segala upaya menemui jalan buntu. Sahabatnya, Muji, menyarankan pesugihan Getih Anak dengan pertolongan dukun. Awalnya, Sugi menampik usulan ini.
Saat waktu makin mepet, Sugi akhirnya menyerah dan menjalani ritual pesugihan dari merapal mantra hingga membasuh diri dengan air kembang. Tiba di rumah, Sugi dikabari mendadak tembakau buruknya berubah menjadi srintil!
3. Rohmah (Fanny Ghassani)
Istri Sugi sekaligus ibu dua anak yang telaten. Rohmah-lah yang mengabari Sugi bahwa tembakau gagal panen milik mereka mendadak jadi srintil hingga diborong pedagang besar.
Uang pecahan Rp100 ribuan sebanyak dua tas besar pun dibawa pulang. Utang rentenir lunas. Hari-hari makan nasi berkawan telur dadar tipis kini berubah jadi aneka lauk pauk mewah.