Harga Emas Dunia Tembus Tertinggi Dua Pekan, Ditopang Prospek Pemotongan Suku Bunga Fed

Harga emas dunia menanjak ke level tertinggi dua pekan seiring pasar yakin The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 November 2025, 07:40 WIB
harga emas dunia di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 4.192,78 per troy ounce, level tertinggi sejak 14 November. Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas dunia menguat tajam pada perdagangan Jumat dan menuju kenaikan bulanan keempat beruntun. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada bulan depan mendorong minat investor terhadap aset tanpa imbal hasil ini.

Di saat bersamaan, harga perak melonjak mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC, Sabtu (29/11/2025), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 4.192,78 per troy ounce, level tertinggi sejak 14 November. Secara mingguan, emas mencatat penguatan 2,9 persen dan diperkirakan menutup bulan ini dengan kenaikan 4,6 persen.

Sementara itu, harga perak melesat ke rekor baru di USD 55,33 per ounce, atau naik 3,5 persen dalam satu sesi perdagangan dan melonjak 13 persen sepanjang bulan ini.

Perdagangan berjangka sempat dihentikan selama beberapa jam akibat gangguan teknis di CME Group sebelum kembali dibuka sekitar pukul 13.30 GMT. Gangguan tersebut memengaruhi perdagangan valuta asing, komoditas, obligasi, hingga saham.

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menguat 0,61 persen menjadi USD 4.227,60 per ounce.

 

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Jadi Pendorong Utama Harga Emas

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek menjelaskan, prospek ekonomi AS yang melambat hingga 2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong keyakinan pasar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

“Ekspektasinya adalah kita akan terus melihat perlambatan ekonomi hingga 2026, dan Federal Reserve sangat mungkin memangkas suku bunga. Hal itu membuat sebagian investor kembali masuk ke emas,” ujarnya.

Emas dikenal berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Komentar bernada dovish dari pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams, turut memperkuat ekspektasi tersebut. Ditambah lagi, data ekonomi AS yang melemah setelah penutupan pemerintahan (government shutdown) membuat pasar semakin yakin bahwa pemotongan suku bunga akan dilakukan bulan depan.

Para trader bahkan melihat peluang 89 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember, lebih tinggi dari perkiraan 50 persen pekan sebelumnya.

 

Analisis Teknikal Harga Emas

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menambahkan bahwa pergerakan teknikal harga perak yang semakin bullish telah menarik minat spekulan untuk masuk ke pasar.

Namun, permintaan emas fisik di pasar Asia justru melemah pekan ini akibat harga yang terlalu tinggi. Di India, permintaan ritel masih terbatas meski memasuki musim pernikahan, sementara di China, penghapusan insentif pembebasan pajak untuk pembelian emas menekan minat konsumen.

Di sisi lain, harga platinum naik 2,9 persen menjadi USD 1.655,14 dan membukukan lonjakan 9,7 persen selama sepekan. Palladium juga menguat 5,6 persen ke USD 1.519,37 dan mencatat kenaikan mingguan 10,7 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya