Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak tahu trilogi The Hunger Games? Trilogi yang berasal dari novel karya Suzanne Collins dan terbit pada 2008 tersebut merupakan salah satu kisah fantasi-distopia paling populer yang rilis pada tahun 2012. Karakter utamanya adalah Katniss Everdeen yang diperankan oleh aktris papan atas Jennifer Lawrence. Baru-baru ini, sutradara Quentin Tarantino membuat pernyataan yang kontroversial tentang film tersebut.
Dilansir dari Variety pada Jumat (28/11/2025), sutradara film Kill Bill tersebut menyampaikan pernyataanya ketika hadir dalam The Bret Easton Ellis Podcast.
Advertisement
Dalam podcast berdurasi 1 jam tersebut, ia mengatakan bahwa The Hunger Games merupakan tiruan dari film asal Jepang berjudul Battle Royale yang rilis pada tahun 2000. Quentin menyadari bahwa ada beberapa kesamaan dari kedua film tersebut, salah satunya adalah garis besar dari keseluruhan plot film.
“Aku tidak mengerti bagaimana penulis Jepang tidak menggugat Suzanne Collins terhadap segala hal yang ia miliki (The Hunger Games),” ujar Quentin.
Quentin kemudian mengakui bahwa dirinya berteman dengan Kinji Fukasaku (sutradara film Battle Royale) dan pada saat itu menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang menyaksikan Battle Royale untuk pertama kalinya dalam private screening sebelum film tersebut dipublikasikan.
Battle Royal Versi PG
Dalam podcast Bret Easton Ellis, Quentin secara terang-terangan mengatakan bahwa The Hunger Games adalah Battle Royale versi PG. Jika dibandingkan dengan The Hunger Games, film Battle Royale sendiri memang memiliki rating R dan dikenal lebih sadis sekaligus penuh kekerasan atau gore.
“Mereka cuma menjiplak bukunya! Para kritikus buku bodoh itu tidak akan menonton film Jepang berjudul Battle Royale, jadi para kritikus buku yang bodoh itu tidak pernah menegurnya,” kata Quentin, “Mereka malah bilang kalau itu (The Hunger Games) adalah hal paling orisinal yang pernah mereka baca. Tapi begitu para kritikus film melihat filmnya, mereka berkata, ‘Apa-apaan ini! Ini cuma Battle Royale versi PG!’” lanjutnya.
Kesamaan
Kesamaan dari kedua film ini dapat ditemukan dari plot intinya. Battle Royale berkisah tentang para siswa sekolah menengah yang dipaksa oleh pemerintah untuk bertarung hingga tewas. Kisahnya berlatar pada dunia distopia Jepang di masa depan.