Purnomosidi Ditunjuk Jadi Dirut KAI Commuter di Tengah Kasus Tumbler Tuku

Purnomosidi menggantikan Asdo Artriviyanto menjadi Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 27 November 2025, 20:50 WIB
Mochamad Purnomosidi (kanan), tengah memberikan pennjelasan mengenai LRT Run 2025 yang akan digelar di Jakarta pada 2 November 2025. (Bola.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta p Pemegang saham resmi mengganti Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter, kini jabatan tersebut diisi oleh Mochamad Purnomosidi.

Adapun, Purnomosidi menggantikan Asdo Artriviyanto pada posisi tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan pergantian resmi berlaku per Kamis, 27 November 2025.

"Efektif per hari ini ya. Merupakan rotasi rutin saja seperti di BUMN group lainnya," kata Karina saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (27/11/2025).

Pergantian pucuk pimpinan KAI Commuter ini terjadi ditengah ramainya kasus tumbler hilang dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL). Karina memastikan tidak ada hubungan kasus tersebut dengan pergantian manajemen perusahaan.

"Dipastikan tidak ada kaitan sama sekali," tegas Karina.

Diketahui, Purnomosidi sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek.

 

KAI Commuter Bantah Pecat Pegawai

KAI Commuter resmi menggelar rangkaian seremonial perjalanan terakhir (Last Run) bagi Kereta Rel Listrik (KRL) Seri 7000, Seri 8500, dan Seri 203. (Foto: KAI)

Sebelumnya, linimasa media sosial ramai memperbincangkan kasus kehilangan botol minum atau tumbler 'Tuku' yang tertinggal di rangkaian kereta rel listrik (KRL). PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter akhirnya buka suara.

VP Coeporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengaku masih menelusuri kronologi kejadian sebenarnya. Dia juga membantah telah melakukan pemecatan terhadap pegawai.

"Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter sendiri tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan," ungkap Karina dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).

“Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner” sambungnya.

 

Wajib Jalankan SOP

Sebanyak 29 unit rangkaian kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan berhenti beroperasi periode 2023-2024, berpotensi menganggu layanan transportasi publik di masyarakat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dia mengatakan, seluruh petugas di lapangan selalu diarahkan untuk menjalankan standar operasional dengan baik agar pelayanan kepada pengguna tetap terjaga.

“Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” jelasnya.

KAI Commuter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga agar situasi serupa dapat dicegah ke depannya. "Kami mengingatkan kembali bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik," bebernya.

 

Ada Layanan Lost and Found

Rangkain KRL Commuter Line bersiap menuju Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (26/9/2021). Jalur layang (elevated track) KRL Bogor Line di Stasiun Manggarai yang terdiri dari empat peron bagi penumpang kereta relasi tujuan Jakarta-Bogor. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Karina menyebut, setiap stasiun memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas. Jika tidak diambil dalam kurun waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut.

Pengambilan barang tertinggal dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun pada prinsipnya, Karina tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal.

“Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tutup Karina.

 

Kronologi Penumpang Kehilangan Tumbler

Informasi, mulanya seorang penumpang KRL mengadukan satu buah tas yang tertinggal di KRL. Setelah diamankan petugas, dan penumpang mengambil keesokan harinya, ternyata tumbler miliknya hilang. Keluhannya ini dibagian olehnya melalui media sosial.

Cerita tersebut pun beredar luas hingga mendapat berbagai respons dari warganet. Semakin ramainya cerita ini disebut membawa dampak buruk terhadap salah satu petugas yang mengamankan barang tertinggal tersebut. Kabarnya petugas itu berada 'di ujung tanduk' atau diberhentikan dari posisinya.

Warganet mendesak pihak KAI Commuter untuk mengusut hal tersebut. Serta memberikan kesempatan kembali bagi salah satu petugas tadi untuk bekerja kembali.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya