Dukungan bagi Pemerintah untuk Terus Berantas Mafia Migas hingga ke Akar

Upaya pemerintah dalam memberantas mafia migas dinilai memasuki fase yang semakin tegas dan strategis.

oleh Tim NewsDiterbitkan 26 November 2025, 17:25 WIB
SKK Migas dan PetroChina International Jabung Ltd merehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Hutan Lindung Gambut Sei Londerang seluas 473 Hektar dan Hutan Kota seluas 40 Hektar. (Dok SKK Migas)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pemerintah dalam memberantas mafia migas dinilai memasuki fase yang semakin tegas dan strategis.

Langkah Presiden Prabowo Subianto menugaskan TNI untuk menjaga kilang-kilang minyak dipandang sebagai sinyal kuat bahwa negara tidak lagi memberi ruang bagi kelompok mafia yang selama ini mengganggu sektor energi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut, keputusan Prabowo untuk melibatkan militer menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melawan mafia migas.

"Penugasan militer menjaga kilang minyak menandai kepercayaan Presiden pada TNI yang cukup tinggi, sejalan juga dengan kepercayaan publik pada TNI yang dalam catatan IPO juga sangat tinggi, TNI dianggap mampu jalankan tugas khusus semacam ini," ujar Dedi melalui keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).

Terlebih, kata dia, bidang migas di Indonesia dinilai sedang dalam situasi yang cukup diperhatikan. Ini, menurut Dedi, sekaligus menandai keseriusan Presiden melawan mafia migas, sekaligus menjaga agar migas tanah air benar-benar berada dalam kendali pemerintah.

Dia menilai, kekuatan mafia migas bukanlah fenomena baru. Jaringan mereka telah hadir lintas pemerintahan dan kerap berusaha mempengaruhi kebijakan energi nasional.

"Mafia migas selama ini cukup kuat, tidak saja era Jokowi dan Prabowo, bahkan sejak SBY sekalipun keberadaan dan aktifitas mereka sudah ada, Prabowo punya kesadaran dan keberanian lakukan perlawanan, salah satunya dengan melibatkan TNI, ini bisa dianggap langkah sangat serius dan potensial," terang Dedi.

 

Tak Bisa Hanya Pemerintah

Dedi mengingatkan, perlawanan terhadap mafia migas tidak bisa dilakukan pemerintah seorang diri. Dia menilai, langkah Presiden Prabowo melibatkan TNI adalah bentuk kewaspadaan bahwa jejaring mafia migas bisa saja berada di dalam struktur pemerintahan itu sendiri.

"Melawan atau memberantas mafia Migas harus dilakukan semua pihak, tentu saja Presiden perlu waspada, jangan sampai mafia migas jauh lebih kuat jejaringnya di internal dibanding Presiden," kata Dedi.

"Untuk itu upaya pelibatan TNI membuktikan jika Presiden cukup waspada dan serius lakukan pemberantasan mafia hingga ke akar," pungkas Dedi.

Infografis Heboh Kabar China Klaim Natuna hingga Tuntut Setop Pengeboran Migas. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya