Kenang Tim 8, AHY Sebut Hubungan Demokrat dan PKS Makin Solid

AHY menilai, perjalanan koalisi Demokrat–PKS di masa lalu menyimpan banyak pelajaran. Menurutnya, dinamika politik yang terjadi merupakan bagian dari proses kedewasaan demokrasi.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 25 November 2025, 21:23 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: YouTube Demokrat)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenang kembali momen kedekatan Demokrat dan PKS saat keduanya tergabung dalam Tim 8 untuk membantu Anies Baswedan mencari calon wakil presiden di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan AHY saat menerima rombongan DPP PKS dalam agenda silaturahmi kebangsaan di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2025).

AHY bahkan sempat memperlihatkan foto Tim 8 kepada jajaran PKS dan menyebut momen tersebut memiliki nilai sejarah bagi hubungan dua partai.

“Bapak-Ibu sekalian masih ingat ini? Masih ingat Tim Delapan? Kok pas ya delapan angkanya? Ini adalah kenangan tapi juga sejarah, betul?” kata AHY.

Ia menilai perjalanan koalisi Demokrat–PKS di masa lalu menyimpan banyak pelajaran. Menurutnya, dinamika politik yang terjadi merupakan bagian dari proses kedewasaan demokrasi.

“Sejarah yang indah karena selalu ada hikmah dari itu semuanya,” ucapnya.

Di hadapan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dan jajaran pengurus, AHY juga menyampaikan pantun untuk menggambarkan hubungan Demokrat dan PKS yang kini kembali harmonis setelah sempat berpisah usai pencalonan presiden 2024.

“Dulu kita bersatu di perubahan, apa kata pisah di tengah jalan. Yang penting jaga silaturahmi dan persahabatan, karena untuk Indonesia kita satu harapan dan tujuan,” ujar AHY.

Kembali Solid

Jajaran elite DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambangi Kantor DPP Partai Demokrat, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

AHY menegaskan hubungan kedua partai kini kembali solid setelah melewati dinamika politik. Ia menyebut momentum saat ini sebagai fase baru bagi Demokrat dan PKS yang kini berada di dalam pemerintahan.

“Jadi tentunya kita bersyukur kini kita bersatu kembali, bersinergi, berkolaborasi dalam pemerintahan,” kata AHY.

Ia juga mengingatkan, Demokrat dan PKS memiliki sejarah panjang kebersamaan sejak 2004 hingga 2014 saat berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah itu, keduanya berada di luar pemerintahan selama dua periode.

“Nah 2024 kita sudah lewati semua dan kini kita kembali dipersatukan. Alhamdulillah,” tutup AHY.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya