Liputan6.com, Jakarta - Dalam jagat sinetron Tanah Air, nama Yesaya Abraham kembali mencuri perhatian lewat perannya sebagai Trian, CEO tampan yang menjadi pusat dinamika romansa dalam sinetron Beri Cinta Waktu. Chemistry penuh keusilan antara Trian dan Adila, yang diperankan Adhisty Zara, menghadirkan momen manis, lucu, hingga Tom and Jerry yang membuat penonton setia ikut terbawa perasaan.
Dalam wawancara eksklusif bersama program Hotshot, Yesaya mengaku bahwa dalam menapaki perjalanan kariernya, ia bukanlah sosok yang sejak awal bercita-cita terjun ke dunia hiburan. Pria kelahiran 12 April 2000 tersebut justru mengaku tidak suka difoto saat pertama kali mencoba modeling.
Advertisement
“Karena sebelumnya jujur gua aja bahkan enggak suka foto. Makanya pas pertama kali nyobain itu sempat canggung cuma pas ngeliat hasilnya kayak gini, ‘oh ya bagus ya’,” ucap Yesaya.
Dalam proses kreatifnya sebagai Trian, Yesaya menghadapi tantangan tersendiri. Ia sempat dibuat kaget ketika diminta mengubah karakter Trian secara mendadak saat syuting sudah berjalan. Meski begitu, keberhasilan membawa penonton hanyut dalam hubungan Trian dan Adila menjadi kepuasan tersendiri baginya.
Menurut Yesaya, komentar penonton yang mengaku ikut baper menunjukkan bahwa karakter yang ia bangun benar-benar menempel di hati dan pikiran publik.
Pesona Yesaya Abraham sebagai Trian
Yesaya Abraham sukses memerankan karakter Trian, sang CEO tampan dalam sinetron Beri Cinta Waktu. Jalan cerita sinetron ini diketahui semakin membuat para penonton setianya terbawa perasaan alias baper.
Karakter Trian bersama Adila (Adhisty Zara) sering menampilkan tingkah laku yang membuat penonton tersenyum. Hubungan mereka digambarkan memiliki unsur lucu, bahkan disebut sebagai momen Tom and Jerry karena terkadang mereka bisa saling menyukai namun juga bisa saling membenci.
Tantangan Akting
Yesaya terbukti berhasil membawakan karakter Trian. Namun, dalam memerankan karakter tersebut, ia sempat merasa terkejut karena harus siap mengubah karakter Trian secara mendadak ketika syuting sudah berjalan. Perubahan karakter yang diminta bisa lumayan drastis, hingga 180 derajat.
“Pasti setiap karakter ada kesulitannya masing-masing. Tiba-tiba di saat lagi syuting on the spot dibilang, ‘oh, maunya kayak gini gini gini gini’, wah kaget dong,” kata Yesaya.