Kasus Kematian Alvaro: Komnas PA Serukan Kepekaan Publik terhadap Ancaman Kekerasan Anak

Cornelia menilai kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan anak hilang masih sering terjadi di Indonesia. Karena itu, sistem perlindungan di tingkat keluarga dan lingkungan sosial perlu terus diperkuat.

oleh Tim NewsDiterbitkan 24 November 2025, 22:06 WIB
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha saat menyambangi kediaman keluarga Alvaro Kiano Nugroho. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta memberikan pendampingan dan dukungan psikososial kepada keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang sejak Maret 2025 dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, usai mengunjungi rumah keluarga Alvaro, Senin (24/11/2025).

"Terutama memberikan dukungan sistem pada keluarga, kita selalu berkomunikasi karena dukungan itu sangat penting,” ujar Cornelia.

Cornelia menyebut dirinya sempat menemui kakek dan nenek Alvaro untuk memberikan penguatan setelah keluarga menerima kabar bahwa Alvaro ditemukan telah meninggal. Ia mengatakan Komnas PA sejak awal mencermati kasus ini dan mendatangi keluarga ketika laporan kehilangan muncul.

“Tentunya, menurut saya kita ini harus ada. Pertama, kepekaan kolektif antara masyarakat ketika ada tanda-tanda berpotensi ancaman terhadap anak. Kita harus peka, tentunya kita bisa menghindari, sama-sama melindungi,” ucapnya.

Cornelia menilai kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan anak hilang masih sering terjadi di Indonesia. Karena itu, sistem perlindungan di tingkat keluarga dan lingkungan sosial perlu terus diperkuat.

Pelaku Pembunuhan Ayah Tiri

Foto Alvaro Kiano Nugroho. (Foto: Istimewa).

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkap bahwa pelaku pembunuhan Alvaro merupakan ayah tirinya sendiri. Pelaku menikah dengan ibu korban sejak 2023 dan disebut tengah berproses menuju perceraian.

Polisi menemukan Alvaro yang hilang sejak 6 Maret 2025 dalam kondisi meninggal dunia. Satu orang telah ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian.

Penyelidikan kasus ini sempat terkendala karena rekaman CCTV di sekitar rumah korban terhapus otomatis setiap hari dan laporan kehilangan tidak disampaikan pada hari kejadian.

Meski demikian, Polrestro Jakarta Selatan menyampaikan proses penyidikan masih berjalan dengan analisis lanjutan, pemeriksaan saksi, dan penelusuran informasi dari kanal laporan publik, termasuk media sosial.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya