Liputan6.com, Jakarta Arsenal dikenal sebagai klub yang rajin melahirkan banyak talenta ke berbagai penjuru Eropa. Tidak sedikit mantan pemain mereka yang masih aktif bermain di level tertinggi bersama klub lain.
Namun, ada juga sejumlah nama yang justru kini berstatus tanpa klub meski belum resmi pensiun. Situasi itu cukup mengejutkan jika melihat rekam jejak dan usia mereka yang sebenarnya masih produktif.
Advertisement
Nama-nama seperti Nicolas Pepe atau Olivier Giroud masih terus berkiprah bersama klub masing-masing. Tetapi di balik itu, ada mantan pemain Arsenal lain yang sekarang justru menganggur.
Kondisi tersebut membuat tanda tanya muncul di kalangan pencinta sepak bola. Bagaimana mungkin pemain dengan pengalaman dan kualitas yang tidak sedikit justru belum juga menemukan pelabuhan baru.
Berikut lima mantan pemain Arsenal yang statusnya tanpa klub pada 2025 dan cukup sulit untuk dipercaya. Mereka masih layak bersaing, tetapi hingga kini masih menunggu kesempatan berikutnya.
1. Takehiro Tomiyasu
Takehiro Tomiyasu saat ini masih dalam proses pemulihan cedera lutut yang cukup serius. Bek asal Jepang itu memilih bersabar sebelum memutuskan bergabung dengan klub baru.
Selama empat tahun membela Arsenal, Tomiyasu mencatat 84 penampilan di semua ajang. Sayangnya, musim terakhirnya di London lebih banyak dihabiskan di ruang perawatan akibat masalah fisik.
Pada usia 27 tahun, Tomiyasu sejatinya masih berada di fase emas karier seorang pemain belakang. Wajar jika ia sangat berambisi untuk kembali bugar dan segera menemukan klub yang tepat.
Jika berhasil pulih sepenuhnya, Tomiyasu masih punya kapasitas bermain di liga top Eropa. Pengalamannya di Premier League dan level internasional membuatnya tetap menarik di bursa bebas.
2. Alex Oxlade-Chamberlain
Alex Oxlade-Chamberlain memutus kontraknya dengan Besiktas pada musim panas lalu. Setelah itu, ia memilih berlatih bersama tim Arsenal U-21 untuk menjaga kebugaran.
Dalam sebuah sesi podcast, Oxlade-Chamberlain mengakui sudah menerima beberapa tawaran bermain. Namun mayoritas datang dari klub di Eropa yang membuatnya harus jauh dari keluarga.
Ia menjelaskan bahwa dua tahun terakhir bermain di luar Inggris cukup berat dari sisi keluarga. Ia kerap menjalani 6 sampai 8 minggu tanpa bertemu anak dan pasangannya karena jarak yang jauh.