Liputan6.com, Jakarta - Bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 milik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo, yaitu Revvo 92, dilaporkan telah kembali tersedia.
Pulihnya ketersediaan Revvo 92 di SPBU Vivo ini terjadi seiring dengan adanya langkah signifikan yang dilakukan perusahaan.
Advertisement
Artikel mengenai tersedianya kembali BBM Vivo Revvo 92 ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 24 November 2025:
1. SPBU Vivo Pulih, Stok BBM Revvo 92 Kembali Dijual Usai Ada Kesepakatan dengan Pertamina
Setelah sempat menghilang dari pasaran sejak pertengahan Oktober 2025, bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 milik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo, yaitu Revvo 92, dilaporkan telah kembali tersedia.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh manajemen Vivo melalui akun Instagram resminya. Pemulihan stok ini menjadi angin segar bagi para pelanggan setia SPBU bernuansa biru tersebut.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Agenda Pangan KTT G20: MBG Jadi Contoh Pemanfaatan Produk Lokal hingga Pelosok
Pemerintah Indonesia menegaskan isu ketahanan pangan sebagai agenda penting dalam KTT G20 Afrika Selatan 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pembahasan tersebut muncul dalam sesi yang diikuti Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dimana isu ketahanan pangan tak hanya agenda ekonomi, tetapi juga kebutuhan mendasar dan investasi strategis.
Dalam forum, Indonesia menekankan agenda pangan memiliki peran mendasar dalam pembangunan. Airlangga menyampaikan laporan terbaru dalam forum mencatat masih adanya persoalan kelaparan global yaitu sekitar 720 juta penduduk dunia masih dalam kelaparan. Terkait hal itu, program makan bergizi gratis sebagai contoh upaya yang dapat memberikan manfaat luas.
Simak berita selengkapnya di sini
3. Modal Asing Masuk ke Indonesia Rp 2,29 Triliun pada Pekan Ketiga November 2025
Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing mengalir masuk pada pekan ketiga November 2025. Namun jika dihitung sepanjang 2025, tercatat masih banyak modal asing yang keluar dari Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, berdasarkan data transaksi 17–20 November 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 2,29 triliun.
“Nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 2,29 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp 3,93 triliun di pasar saham dan Rp 2,66 triliun di pasar SBN, serta jual neto sebesar Rp 4,30 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” kata Ramdan.