Gunung Semeru Kembali Bergolak, Asap Membumbung 1.000 Meter ke Langit

Kondisi ini berdasarkan hasil pengamatan petugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sabtu (22/11/2025) dini hari.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 22 November 2025, 06:17 WIB
Kondisi Gunung Semeru Hari Ini (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengembuskan asap setinggi 1.000 meter dari puncak. Kondisi ini berdasarkan hasil pengamatan petugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sabtu (22/11/2025) dini hari.

Badan Geologi menyebutkan aktivitas visual menunjukkan gunung api itu tampak jelas hingga sempat tertutup kabut level 0–II. Sedangkan asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, membumbung sekitar 1.000 meter di atas puncak pada pukul 00.10 WIB.

Cuaca di sekitar Gunung Semeru tercatat cerah hingga hujan, dengan angin lemah bertiup ke arah tenggara dan selatan, serta suhu udara berkisar 21–24 derajat Celcius.

"Pada aktivitas kegempaan, terekam 157 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 58–185 detik," kata Badan Geologi, dilansir Antara.

Selain itu, tercatat 17 kali gempa guguran, 19 kali gempa hembusan, satu gempa vulkanik dalam, enam gempa tektonik jauh, serta satu gempa getaran banjir dengan amplitudo mencapai 43 mm berdurasi 6.499 detik.

Bupati Lumajang Sebut Aktivitas Semeru Menurun

Pada Jumat (21/11/2025), Bupati Lumajang, Indah Amperawati memastikan, bahwa Gunung Semeru tidak lagi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG).

“Alhamdulillah, per hari ini Semeru sudah lebih tenang. Tidak lagi mengeluarkan APG. Jika ada letupan, sifatnya kecil dan wajar,” ujarnya di Kantor Kecamatan Candipuro.

Meski demikian, pemerintah tetap menekankan kewaspadaan. Status Semeru belum diturunkan secara resmi oleh otoritas vulkanologi, sehingga masyarakat di radius 15–20 kilometer dari puncak diminta tetap waspada.

“Waspada itu penting, tapi tidak perlu panik. Kami memastikan seluruh langkah pengamanan terus berjalan,” tambahnya.

Pemkab Lumajang, bersama TNI, Polri, dan relawan, terus melakukan pemantauan 24 jam penuh. Sistem peringatan dini diperkuat, jalur evakuasi disiagakan, dan posko pantau gunung tetap aktif untuk memastikan respons cepat jika kondisi berubah.

“Kami hadir di garda depan untuk memastikan masyarakat aman. Keamanan warga adalah prioritas utama kami,” tegas Bupati Indah.

Dengan Semeru yang mulai mereda, pengawasan yang diperketat, dan masyarakat yang patuh, Pemkab Lumajang optimistis bahwa situasi akan kembali normal secara bertahap.

“Kami akan terus berada di samping masyarakat, memastikan keselamatan dan ketenangan, sambil tetap memantau kondisi Semeru dengan cermat.”pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya