Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Budisatrio Djiwandono melantik sembilan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/11/2025). Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir turut hadir dalam kesempatan ini.
Dia juga menyampaikan harapan dan keinginannya untuk perbasketan di Tanah Air. Erick berharap jajaran dalam tubuh Perbasi selalu menjaga nilai-nilai kerja sama, kekompakan, serta komitmen tinggi. Tidak hanya itu, ia menyampaikan komitmennya sebagai Menpora yang menaungi cabang olahraga basket di Indonesia.
Advertisement
Erick menilai jika saat ini perkembangan basket Indonesia telah meraih capaian yang luar biasa. Menurutnya, raihan medali perak pertama di ajang SEA Games 2001 merupakan titik awal kemajuan basket di tanah air.
“Dan di antara itu perjalanannya, dengan kerja keras semua yang ada di Perbasi, kita ada dua medali emas. Tidak tanggung-tanggung, putra dan putri,” tambah Erick. Capaian itu ia nilai berkat kerja keras berbagai pihak dalam Perbasi.
Lebih lanjut, Erick berharap seluruh elemen Perbasi dapat kompak dan saling mendukung satu sama lain di bawah pimpinan Ketum Budisatrio.
Ia turut mengingatkan para pengurus untuk selalu berkomitmen penuh, karena sejak dahulu basket di Indonesia bebas dari kepentingan politik serta benar-benar mencintai olahraga tersebut.
9 DPD Perbasi yang Dilantik
Dalam prosesi ini, sembilan DPD yang dilantik berasal dari Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Maluku, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.
Masing-masing ketua, sekretaris umum, dan bendahara dari kesembilan DPD yang mengikuti acara yang diadakan di Wisma Kemenpora itu merupakan pengurus telah terpilih melalui proses musyawarah sebelumnya, sementara pengurus lainnya mengikuti prosesi pelantikan secara virtual di daerah asal.
Basket Masuk Cabor Unggulan
Dalam kesempatan sama, Erick turut menyampaikan komitmennya untuk memajukan seluruh cabang olahraga, terutama 17 cabang unggulan dan cabor-cabor lainnya. Ia berharap bola basket dapat masuk dalam daftar olahraga unggulan.
“Saya harap nanti bola basket bisa masuk menjadi salah satu cabor unggulan, tetapi harus serius benar-benar membangun bola basket nasional. Semua cabor unggulan ini kita design menuju Olimpiade 2028,” ujar Erick.
Selain itu, ia menegaskan jika penetapan cabor unggulan tidak didasarkan pada kedekatan, melainkan konsolidasi dengan visi bertanding di Olimpiade 2028. Ia menyebut pentingnya membuat sebuah roadmap bagi seluruh cabor.
Terakhir, Erick memberikan penutup bahwa sebagai Menpora, ia akan transparan dan tidak ‘pilih kasih’ dengan cabor tertentu.