Liputan6.com, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan seluruh 187 pendaki yang sempat tertahan di Rabu Kumbolo akibat erupsi Gunung Semeru telah berhasil turun. Jumlah ini merupakan pembaruan dari data awal yang sebelumnya menyebut ada 178 pendaki.
Rombongan yang sempat tertahan tersebut terdiri dari para pendaki, petugas TNBTS, relawan saver, Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), porter, serta tim dari Kementerian Pariwisata.
Advertisement
Seluruh rombongan itu turun dari Rabu Kumbolo ke Ranupani dibagi dalam dua kloter yakni pada pukul 07.00 dan 09.00 WIB pada Kamis pagi tadi. Rombongan tiba di Ranupani pada pukul 13.30 dan 14.30 WIN.
"Semua sudah turun di Ranupani dengan aman dan selamat," kata Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, saat terjadi erupsi para pendaki tak bisa langsung turun. Sebab kondisi sudah gelap, ketika itu juga sedang turun hujan. Sehingga berisiko dan tak kondusif jika harus memaksa kembali ke Ranupani.
"Ranu kumbolo juga aman karena dalam sejarahnya tak pernah erupsi sampai ke Ranu kumbolo," ujar Rudijanta.
Pendakian Ditutup
Selain itu, erupsi yang terjadi pada Rabu petang juga membawa material vulkanik ke arah selatan ke Lumajang. Tidak ada dampak signifikan di wilayah Malang maupun di taman nasional di sisi barat.
"Dampak vulkanik di taman nasional ada di arah Curah Kobokan berupa hujan abu maupun lahar panas," tuturnya.
BB TNBTS memastikan pendakian ditutup sampai batas waktu tak ditentukan. PVMBG juga sudah mengumumkan kenaikan status Semeru dari 3 (Waspada) ke level 4 (Awas) dan melarang ada aktivitas apapun dalam radius 8 Kilometer dari puncak Erupsi Semeru.