Liputan6.com, Jakarta Ruben Onsu, presenter kondang Tanah Air, baru-baru ini membuka pintu rumah mewahnya kepada publik. Kedatangan Betrand Peto di kediaman tersebut menjadi momen yang memperlihatkan lebih dekat detail hunian sang artis. Rumah Ruben Onsu didominasi warna putih dan krem, menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi penghuninya.
Salah satu area yang menarik perhatian adalah kamar tidur utamanya, yang tidak hanya menampilkan estetika desain, tetapi juga sentuhan personal yang mendalam. Kamar ini menjadi cerminan perjalanan spiritual dan sentimental Ruben Onsu. Desain interior yang dipilih secara cermat mencerminkan kepribadian serta nilai-nilai yang dipegang teguh olehnya.
Advertisement
Potret kamar tidur Ruben Onsu ini mengungkap lebih dari sekadar ruang istirahat. Di dalamnya, terdapat elemen-elemen unik seperti tempelan doa harian dan lemari khusus berisi pakaian bersejarah. Hal ini menunjukkan bagaimana Ruben memadukan kenyamanan, spiritualitas, dan kenangan dalam satu ruang privatnya.
Nuansa Hangat dan Elegan di Kamar Utama
Kamar tidur utama Ruben Onsu didesain dengan dominasi warna putih dan krem. Pilihan warna ini berhasil menciptakan kesan ruangan yang luas, bersih, dan menenangkan. Ranjang berukuran besar dengan headboard tinggi menjadi pusat perhatian utama di kamar ini. Penataan furnitur yang minimalis turut mendukung kesan lapang dan tidak sesak.
Secara model, kamar ini mengadopsi gaya modern yang personal, memprioritaskan fungsi, aksesibilitas, dan nilai sentimental. Interiornya tampak luas dan memanfaatkan ruang secara vertikal. Tata letak ruangan di area kamar juga memperlihatkan pembagian zona yang cerdas namun tetap terhubung, memastikan efisiensi dan kenyamanan.
Perjalanan Spiritual Lewat Doa Harian sebagai Pengingat
Salah satu aspek paling personal di kamar Ruben Onsu adalah keberadaan tempelan berbagai bacaan doa harian. Tempelan doa ini bukan sekadar hiasan, melainkan berfungsi sebagai pengingat penting bagi Ruben. Tujuannya adalah membantu ia menghafal dan tidak melupakan doa-doa tersebut dalam kesehariannya.
Ruben Onsu menempelkan doa sebelum tidur di bagian atas dan depan tempat tidurnya. Penempatan strategis ini memastikan doa tersebut selalu terlihat setiap kali ia berbaring, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari rutinitas malamnya. Ini juga menjadi sarana pembelajaran spiritual, terutama setelah ia memutuskan untuk menjadi mualaf.