Sarwendah Bantah Pengakuan Pihak Ruben Onsu soal Tak Bisa Temui Anak

Pihak Sarwendah juga terkejut dengan arah pembicaraan yang melebar dari pihak pengacara Ruben Onsu.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 20 November 2025, 07:00 WIB
Sarwendah di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2014). (Dok. via M. Altaf Jauhar)

Liputan6.com, Jakarta Hubungan Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas setelah mantan suaminya mengaku dihalangi bertemu anak. Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah tuduhan tersebut, dan menegaskan bahwa tidak memiliki niat sedikit pun membatasi interaksi Ruben dengan anak-anak mereka.

Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah, menjelaskan bahwa selama ini kliennya tidak pernah melarang Ruben bertemu dengan anak-anak mereka. Justru, Sarwendah selalu mengutamakan kebahagiaan dan keinginan buah hatinya, yang menjadi bagian dari pola asuh yang ia yakini.

"Yang pasti klien kami tidak pernah. Coba buktikan satu saja chatting-an klien kami yang, ya, ditulis bahwa klien kami tidak membolehkan bapaknya ketemu anaknya. Tidak pernah ada," kata Chris Sam Siwu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11/2025).

Chris menjelaskan bahwa fokus utama Sarwendah adalah mendengarkan dan memenuhi keinginan anak-anak mereka. Hal ini menjadi kunci dalam setiap keputusan yang diambilnya, termasuk mengenai jadwal pertemuan dengan sang ayah.

"Ini parenting yang dilakukan Sarwendah. Jadi, dia sangat mengetahui keinginan anaknya dan itu diikuti, ya tinggal komunikasi," ucap Chris Sam Siwu.

Chris juga terkejut dengan arah pembicaraan yang melebar dari pihak pengacara Ruben Onsu. Menurutnya, isu yang semula hanya tentang debt collector tiba-tiba beralih ke ranah pribadi, termasuk masalah anak dan nafkah.

"Jadi, kami tegaskan itu (melarang Ruben temui anak) tidak terjadi dan itu hampir kami lihat itu sebagai sebuah fitnah baru ya kepada klien kami," tuturnya.

 


Melebar dari Topik Debt Collector

Ruben Onsu. (Adrian Putra/Fimela.com)

Chris merinci bahwa berbagai isu yang diangkat mencakup masalah anak, nafkah, hingga surat keberatan yang pernah mereka layangkan sebelumnya. Ia merasa pembicaraan ini sengaja digulirkan untuk mengalihkan perhatian dari masalah utama yang seharusnya dibahas.

"Kami kaget, jujur aja, dengan segala kerendahan hati kami kaget. Pada saat kami bicara debt collector, Bang Minola mungkin langsung menyampaikan hal-hal di luar itu," akunya.


Potensi Pencemaran Nama Baik

Pihak Sarwendah juga menyoroti kabar yang mereka anggap berpotensi menjadi pencemaran nama baik. Informasi itu khususnya berkaitan dengan citra Sarwendah di mata publik dan kerja sama dengan berbagai brand yang selama ini terjalin.

"Sempat saya dengar juga bahwa ada informasi hati-hati nih Sarwendah terkait dengan apa namanya? Brand-brand gitu. Ya, ini mengerikan juga. Jangan sampai ini jadi pencemaran," ujar Chris Sam Siwu.

 


Akan Terus Upayakan Hak

Chris menambahkan bahwa Sarwendah akan terus berusaha mempertahankan haknya, dan membantah segala tuduhan yang tidak benar. Ia berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu berlarut-larut di ranah publik.

"Kami akan terus berupaya menjaga nama baik klien kami dan memastikan kebenaran selalu terungkap," pungkas Chris Sam Siwu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya