Liputan6.com, Jakarta- Atlet pelatnas BMX Indonesia Rio Akbar menjadikan Banyuwangi BMX Supercross 2025 Supported by Bank BTN sebagai batu loncatan menghadapi SEA Games 2025. Rio mendapat banyak pelajaran penting pada ajang yang digelar di Sirkuit BMX Muncar, 15–16 November 2025.
Turun di kelas men elite, Rio finis di posisi kedua. Rio mencatat waktu 42,448 detik, hanya terpaut tipis 0,063 detik dari juara kelas Elite Putra asal Latvia, Martins Emils, yang membukukan 42,385 detik.
Advertisement
Menurut Rio, hasil tersebut sebagai evaluasi krusial menjelang tampil di SEA Games Thailand pada Desember mendatang. Lebih jauh, dia juga menyebut ajang ini juga masuk dalam persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Kendati gagal menjadi yang tercepat, Rio menegaskan dirinya telah tampil maksimal di lintasan yang dikenal sebagai salah satu yang terpanjang dan paling teknis di dunia.
Dengan pengalaman dan evaluasi yang ia peroleh dari ajang ini, Rio Akbar kini menatap SEA Games 2025 dengan persiapan lebih matang.
Hasil di Banyuwangi menjadi bekal penting untuk mengasah teknik, fisik, dan adaptasi lintasan sebelum menghadapi level persaingan Asia Tenggara.
“Saya bersyukur dengan hasil ini. Trek Banyuwangi sangat panjang dan teknis, jadi saya perlu membiasakan diri. Pertandingan di sini saya jadikan bahan evaluasi, karena Desember nanti saya akan turun di SEA Games Thailand. Mohon doanya,” ujar Rio.
Pembalap Latvia Mendominasi
Ritme lintasan Muncar yang menantang—dengan panjang mencapai 465 meter dan banyak rintangan high jump—memberi Rio pengalaman yang sangat berharga untuk mempersiapkan performa terbaik pada ajang multi-event terbesar di kawasan tersebut.
Sementara itu, ajang internasional yang masuk agenda resmi UCI 2025 ini menghadirkan persaingan ketat dengan total 207 pembalap dari berbagai negara, termasuk Latvia, China, dan Malaysia.
Martins Emils dari Latvia keluar sebagai juara setelah mendominasi dua hari perlombaan. Ia mengakui karakter sirkuit Banyuwangi berbeda dari kompetisi Eropa yang biasa ia ikuti.
“Lintasannya sangat panjang, obstacles high jump banyak, dan kompetisinya sangat mengagumkan,” kata Martins.
Bahkan, dia juga berencana berlatih satu bulan Sirkuit Muncar Banyuwangi pada awal tahun depan.
Indonesia Juara di Putri
Di kategori women elite, pembalap nasional Amellya Nur Sifa tampil sebagai yang tercepat, diikuti Latifah. Amellya memuji keberadaan Sirkuit BMX Muncar sebagai fasilitas berstandar internasional yang dapat mengangkat level persaingan atlet Indonesia di ajang dunia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Banyuwangi BMX Supercross sebagai satu-satunya event BMX Racing di Indonesia yang masuk agenda resmi UCI tahun ini, sekaligus menjadi bukti Banyuwangi terus mengukuhkan diri sebagai kabupaten balap sepeda.