Kunci Luciano Spalletti Bangkitkan Juventus: Otoritas Jadi Senjata Utama

Riccardo Cucchi menilai Luciano Spalletti punya otoritas dan kecerdasan taktik untuk mengembalikan Juventus ke jalur prestasi. Menurut Cucchi, keputusan seperti memainkan Koopmeiners di belakang dan mengandalkan Vlahovic menjadi kunci penting dalam proses kebangkitan Juventus.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 18 November 2025, 18:34 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan arahan kepada timnya saat pertandingan Serie A antara Cremonese dan Juventus di Cremona, Italia, Sabtu, 1 November 2025. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)   

Liputan6.com, Jakarta Riccardo Cucchi menyoroti peran besar Luciano Spalletti dalam usaha mengembalikan Juventus ke level tertinggi sepak bola Italia. Menurut jurnalis kawakan itu, Spalletti datang ke Turin dengan kombinasi otoritas, pengalaman, dan tuntutan tinggi yang tak bisa ditawar.

Juventus memang berada dalam masa transisi setelah beberapa musim terakhir hanya mampu meraih satu titel Coppa Italia. Situasi ini membuat ekspektasi terhadap Spalletti sangat besar, sekaligus menempatkannya di bawah tekanan sejak hari pertama.

Manajemen Bianconeri menginginkan pelatih yang tidak hanya punya nama, tetapi juga rekam jejak membawa tim besar meraih gelar. Spalletti dianggap memenuhi kriteria tersebut, namun ia juga dibayangi risiko jika target minimal seperti zona empat besar gagal tercapai.


Tantangan Berat Spalletti di Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, berbicara kepada sang gelandang Fabio Miretti saat laga Liga Champions 2025/2026 melawan Sporting CP di Allianz Stadium, Turin, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. (Marco Bertorello/AFP) AFPForum

Luciano Spalletti ditugaskan untuk mengembalikan Juventus ke jalur persaingan gelar setelah beberapa tahun hasil yang dianggap jauh dari standar klub. Dalam empat musim terakhir, tiga pelatih hanya sanggup menyumbang satu trofi Coppa Italia, sebuah catatan yang dinilai tidak cukup di Turin.

Spalletti membawa pengalaman besar, termasuk keberhasilannya meraih scudetto bersama klub lain di Serie A. Namun, status itu otomatis membuat ekspektasi terhadap dirinya semakin tinggi, terutama dari manajemen dan tifosi yang haus gelar.

Pria berpengalaman itu kini harus cepat membaca kekurangan dan kelebihan skuad yang dimilikinya. Ia dituntut menemukan keseimbangan antara memperbaiki struktur permainan dan memaksimalkan kualitas individu para pemain.

Di sisi lain, Spalletti juga bekerja dalam suasana yang minim toleransi terhadap kegagalan. Jika Juventus tidak mampu finis di empat besar pada akhir musim, masa baktinya terancam berakhir lebih cepat dari rencana awal.


Pandangan Riccardo Cucchi Soal Otoritas dan Keputusan Spalletti

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Sporting CP di Turin, Italia, Rabu, 5 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Dalam pandangan Riccardo Cucchi, Luciano Spalletti dinilai punya modal penting yang mungkin tidak dimiliki para pendahulunya di Juventus. Ia melihat sang pelatih sebagai sosok yang sangat dihormati di ruang ganti dan mampu membuat para pemain mengikutinya.

Cucchi juga menilai Juventus saat ini bukan tanpa kelemahan, namun Spalletti dinilai sudah mulai menunjukkan langkah konkret memperbaiki situasi. Salah satunya adalah keberaniannya memanfaatkan pemain serba bisa untuk memperkuat struktur tim.

Lanjut Baca:

"Saya adalah pengagumnya, ia pelatih yang hebat. Ini tidak akan mudah, tetapi saya pikir ia memiliki otoritas yang mungkin tidak dimiliki para pendahulunya di masa lalu," ujar Riccardo Cucchi, dikutip dari Tuttomercatoweb. "Ia adalah sosok yang mampu membuat para pemain mengikutinya. Juventus memiliki keterbatasan teknis, tetapi mereka tetap bisa membuat Juve kembali ke jalur yang benar," lanjut Cucchi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya