Liputan6.com, Jakarta - Sebuah band baru muncul dengan wajah-wajah personel lama, bahkan terbilang kawakan. The Substitute, band bergenre pop-rock alternatif yang dibentuk oleh Masto Sidharta dan Damon Koeswoyo, siap mewarnai khasanah musik Indonesia era kini.
Masto dan Damon tentu saja bukan orang baru di skena musik Indonesia. Di pertengahan tahun 1990-an, mereka berdua sempat menggebrak dengan band Kidnap Katrina, bersama Koko (gitar), Gorga (bass), mendiang Teguh (kibor), dan Anang Hermansyah, sebagai vokalis.
Advertisement
Kini, dengan semangat yang masih menyala-nyala untuk terus bermusik, Masto, yang juga adik kandung Bimbim Slank dan Damon, putra mendiang Tony Koeswoyo, pendiri band legendaris Koes Plus, kembali lewat bendera The Substitute. Posisi mereka pun masih sama, sebagai drummer dan gitaris, merangkap penulis lagu dan produser.
Single pertama mereka, “Maybe Someday” sudah dirilis pada 14 November 2025, lalu. Ini sebenarnya bukan lagu baru. Versi demonya telah direkam pada akhir tahun 1990-an, oleh Masto dan Damon dan sahabat-sahabat band mereka kala itu.
Kini lagu tersebut menemukan bentuk barunya melalui The Substitute. Kehadiran vokalis wanita Legita Putri memberikan dimensi emosional baru, menghadirkannya sebagai karya yang terasa segar di era sekarang.
Masto pun bercerita tentang pertemuan mereka dengan Legita, hingga memutuskan mengajaknnya bergabung.
"Suatu saat saya dan Damon diundang ke sebuah bar. Nah, setelah kami jamming, Legita jamming berikutnya, dan menarik perhatian kami," ujar Masto. "Lalu, kami undang ke studio untuk tes vokal, ternyata cocok buat konsep kami."
Persabahatan Panjang
Ya, boleh dibilang, The Substitute memang lahir dari perjalanan panjang Masto dan Damon. Setelah bertahun-tahun berkarya dan terlibat dalam berbagai proyek musik, keduanya akhirnya membentuk The Substitute sebagai wadah untuk menghidupkan kembali lagu-lagu yang bermakna bagi mereka.
Lagu ini disajikan dengan pendekatan yang lebih dewasa, autentik, dan sesuai dengan pendengar masa kini.
Dengan menggabungkan melodi bernuansa nostalgia, lirik reflektif, dan produksi modern, The Substitute menghadirkan karakter musik yang menjadi jembatan antara penulisan lagu yang abadi dan sensitivitas kontemporer.
“Maybe Someday” menjadi penanda awal visi mereka: musik yang jujur, berkarakter, dan lahir dari persahabatan panjang. "Semoga lagu ini bisa disukai penggemar musik berbahasa Inggris, lokal maupun internasional, setidaknya ASEAN atau Asia," ujar Masto.