3 Turis Tewas Diduga Keracunan Makanan, Hotel di Istanbul Langsung Dikosongkan

Selain korban tewas, sejumlah orang juga dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang kritis.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 17 November 2025, 19:35 WIB
Ilustrasi keracunan massal di Jember (Istimewa)

Liputan6.com, Istanbul - Sebuah hotel di Istanbul dikosongkan pada Sabtu (15/11/2025) setelah insiden tragis yang menewaskan seorang ibu dan dua anaknya yang sebelumnya diduga mengalami keracunan.

Media lokal melaporkan bahwa seluruh tamu dipindahkan ke hotel lain, meski identitas hotel di kawasan Fatih itu tidak disebutkan, dikutip dari laman New Arab, Senin (17/11)

Surat kabar BirGün menulis bahwa dua tamu lain yang menginap di hotel tersebut juga dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (15/11) setelah mengalami mual dan muntah. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi mereka.

Insiden bermula pada Rabu, ketika keluarga tersebut jatuh sakit setelah menyantap sejumlah jajanan kaki lima populer di kawasan tepi laut Ortaköy, yang berada di bawah jembatan besar yang melintasi Selat Bosphorus, Turki.

Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit, namun kedua anak yang berusia enam dan tiga tahun meninggal pada Kamis, disusul sang ibu pada hari berikutnya, menurut keterangan menteri kehakiman.

Sang ayah hingga kini masih dalam kondisi kritis, kata Kepala Dinas Kesehatan Istanbul, Abdullah Emre Guner, dalam unggahan di X pada Jumat malam.

Meski berbagai laporan media menyebut makanan kaki lima sebagai penyebab, penyelidikan mengarah pada kemungkinan lain. Portal berita Hürriyet melaporkan bahwa sebuah kamar di lantai dasar hotel itu baru-baru ini disemprot pestisida, membuka dugaan alternatif tentang sumber keracunan.

Polisi telah menahan seorang karyawan hotel serta dua petugas pengendalian hama. Dengan penahanan baru tersebut, total tujuh orang kini diamankan terkait kasus ini. Otoritas mengatakan keluarga korban merupakan warga Turki yang tinggal di Jerman dan tengah berlibur di Istanbul.

Investigasi masih berlangsung, sementara pihak berwenang mencoba memastikan penyebab pasti tragedi yang mengguncang kawasan wisata populer tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya