Inggris Bungkam Albania dan Cetak Rekor Langka: Ada Jejak Yugoslavia yang Terulang

Inggris menang 2-0 atas Albania di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan menorehkan rekor bersejarah. Three Lions samai catatan langka Yugoslavia.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 17 November 2025, 10:11 WIB
Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Inggris meraih kemenangan berharga saat menundukkan Albania 2-0 pada laga Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Senin (17/11/2025) dini hari WIB. Hasil ini memastikan mereka menutup fase grup dengan catatan sempurna.

Bertandang ke Tirana, pasukan Thomas Tuchel datang tanpa beban setelah memastikan tiket ke putaran final sejak jeda internasional sebelumnya. Meski demikian, motivasi mempertahankan rekor tetap menjadi bahan bakar mereka sejak menit pertama.

Albania juga sudah mengamankan posisi kedua dan satu tempat di babak playoff, sehingga laga berjalan tanpa tekanan berarti bagi tuan rumah. Kondisi itu membuat duel lebih cair, namun Inggris tetap tampil efektif memanfaatkan peluang. Setelah babak pertama berjalan kurang meyakinkan, perubahan strategi Tuchel di babak kedua menjadi penentu arah pertandingan. Inggris tampil lebih tajam dan langsung memaksimalkan dua peluang penting yang mereka dapatkan.

Dua gol cepat Harry Kane lahir dari skema bola mati dan umpan silang yang rapi. Eksekusi pertamanya memanfaatkan tendangan sudut Bukayo Saka, sementara gol keduanya lahir melalui umpan akurat Marcus Rashford dari sisi kiri. Gol-gol itu memastikan Three Lions menutup laga dengan kemenangan bersih, sekaligus membuka pintu untuk pencapaian bersejarah yang menanti mereka.


11 Kemenangan Beruntun, Rekor Baru Three Lions

Harry Kane (Inggris) menyapa para suporter di akhir laga kualifikasi Piala Dunia Grup K melawan Serbia di Rajko Mitic Stadium, Beograd, Serbia, 9 September 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Kemenangan atas Albania memperpanjang catatan impresif Inggris menjadi 11 kemenangan beruntun. Menurut catatan Sportsmole, hasil itu kini menjadi rangkaian kemenangan terpanjang mereka dalam pertandingan non-persahabatan pada level senior putra. Rekor ini mencerminkan konsistensi luar biasa yang dibangun Inggris selama lebih dari setahun di kompetisi resmi.

Di tangan Thomas Tuchel, Inggris menundukkan Albania, Serbia, Andorra, dan Latvia di Grup K. Sebelum itu, pendahulunya Lee Carsley juga merancang kemenangan atas Republik Irlandia, Yunani, dan Finlandia di ajang Nations League. Kedua pelatih tersebut menyumbang kontribusi penting hingga terciptanya rekor yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya.

Lebih menariknya, Inggris telah melewati 13 bulan tanpa kekalahan di pertandingan kompetitif. Mereka terakhir kali kalah dari Yunani pada Oktober 2024 dalam duel resmi. Meski pernah tumbang 1-3 dari Senegal pada laga persahabatan bulan Juni, kekalahan itu tidak menghentikan laju mereka di ajang resmi.

Lanjut Baca:

Kemenangan 2-0 di Tirana makin menegaskan stabilitas skuat muda Inggris yang terus berkembang. Konsistensi mereka mencerminkan kombinasi strategi Tuchel dan kedalaman materi pemain yang semakin matang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya