Harvard Dongkrak Pembelian ETF Spot Bitcoin

Harvard meningkatkan kepemilikan saham IBIT, ETF bitcoin spot yang dimiliki BlackRock.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 November 2025, 12:03 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Harvard telah melipatgandakan kepemilikan exchange trade fund (ETF) bitcoin spot hampir tiga kali lipat. Hal itu berdasarkan pengungkapan yang diajukan pada Jumat yang merinci kepemilikan Amerika Serikat (AS) atas dana abadi Harvard.

Mengutip the block, Minggu (16/11/2025), Harvard melaporkan kepemilikan 6.813.612 saham IBIT, ETF bitcoin spot terkemuka di industri milik BlackRock, pada kuartal ketiga, meningkat 257% dari 1.905.000 lembar saham yang sebelumnya dilaporkan dimiliki Harvard per Juni.

Pada saat itu, kepemilikan IBIT-nya merupakan investasi yang dideklarasikan terbesar kelima. Kini posisi IBIT mrupakan yang terbesar dari semua kepemilikan yang dirilis mengalahkan Microsoft, Amazon dan SPDR Gold Trust, dan merupakan peningkatan kepemilikan terbesar selama kuartal itu.

Sahamnya bernilai USD 442,8 juta atau Rp 7,40 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.724), turun menjadi USD 364,4 juta atau Rp 6,09 triliun seiring penurunan harga saham IBIT.

Namun, belum jelas dari pengajuan itu berapa banyak yang dikeluarkan Harvard untuk mengakusisi saham itu antara dua tanggal yang dilaporkan.

Kepemilikan dana Harvard yang dideklarasikan hanya merupakan persentase kecil dari total dana abadi universitas sekitar USD 57 miliar atau Rp 9.533 triliun.

"Sangat jarang/sulit untuk mendapatkan dana abadi yang menarik ETF, [terutama] Harvard atau Yale, itu adalah validasi terbaik yang bisa didapatkan ETF," tulis analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, di platform X.

"Meskipun begitu, setengah miliar hanyalah 1% dari total dana abadi. Cukup besar untuk menempati peringkat ke-16 di antara pemegang IBIT."

Kepemilikan ETF Bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

IBIT saat ini merupakan ETF Bitcoin spot terkemuka di pasar berdasarkan aset kelolaan (AUM), meskipun dana tersebut telah mengalami arus keluar bersih senilai sekitar USD 532,4 juta atau Rp 8,9 triliun selama seminggu terakhir, karena harga BTC -0,44% anjlok di bawah USD 100.000, menurut data SoSoValue.

Mata uang kripto terbesar di dunia saat ini diperdagangkan pada harga sekitar USD 96.180, menurut halaman Harga Bitcoin The Block.

Emory University, sebuah institusi riset swasta yang berlokasi di Atlanta, juga menambah kepemilikan ETF Bitcoin-nya menurut laporan terbaru. Per 30 September, universitas tersebut memegang lebih dari satu juta lembar saham Bitcoin Mini Trust ETF (BTC) milik Grayscale, yang saat ini memiliki AUM sebesar USD 4,3 miliar atau Rp 71,9 triliun, menurut SoSoValue.

Universitas tersebut telah meningkatkan kepemilikan BTC-nya sebesar 91%, dari 535.781 lembar pada akhir Juni. Universitas tersebut juga memegang 4.450 lembar saham IBIT, yang tidak berubah sejak laporan terakhir. Secara keseluruhan, kepemilikan tersebut bernilai USD 42,9 juta atau Rp 717,4 miliar.

 

 

Emory University Genggam ETF Bitcoin

Emory University adalah universitas pertama di Amerika Serikat yang mengungkapkan kepemilikan ETF Bitcoin spot. "Ada beberapa risiko jika melakukannya sendiri," kata profesor madya akuntansi Emory, Matthew Lyle, ketika universitas tersebut pertama kali mengungkapkan pembelian ETF BTC senilai lebih dari USD 15 juta atau Rp 250,8 miliar.

Al Warda Investments, sebuah perusahaan pengelola dana kekayaan negara di Abu Dhabi, melaporkan kepemilikan 7.963.393 lembar saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, senilai sekitar USD 517,6 juta per 30 September, menurut laporan terbaru 13F.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 230% dari 2.411.034 lembar saham yang dilaporkan per Juni, ketika laporan tersebut pertama kali muncul. Al Warda dikelola oleh Dewan Investasi Abu Dhabi, sebuah perusahaan pengelola dana kekayaan negara yang berada di bawah grup Mubadala.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya