Liputan6.com, Jakarta Tren di media sosial selalu datang dan pergi, dan kini yang terbaru adalah Bird Theory. Dilansir dari Independent pada Minggu (16/11/2025), tren ini sebenarnya pernah muncul pada 2023 lalu, tapi kembali viral.
Salah satunya adalah berkat unggahan Layne Berthoud, yang unggahan TikTok-nya soal hal ini ditonton hampir 5 juta kali dalam jangka waktu lima hari. Tak lama, tren ini dicoba oleh banyak pengguna medsos lainnya, termasuk para pesohor seperti aktris Kelly Ripa.
Advertisement
Bird Theory sendiri adalah tes untuk menguji seberapa responsif pasangan terhadap hal-hal kecil yang dibagikan. Tes ini memang tampak sepele tapi dianggap bisa melihat ikatan pasangan atas satu sama lain.
Cara melakukannya cukup sederhana, yakni mengatakan satu hal sepele kepada pasangan; dalam tes yang viral ini, adalah soal melihat burung.
"Aku melihat burung pagi ini," begitu kata Kelly Ripa pada sang suami, Mark Consuelos, diwartakan People. Sang suami yang tak tahu menahu soal tes ini menjawab, "Oh ya? Burung jenis apa?"
Kelly Ripa kemudian terkaget-kaget sambil berteriak semringah, "Ya Tuhan, dia mencintaiku!"
Definisi dan Konsep Dasar Bird Theory
Tak heran bila Kelly Ripa begitu girang dengan hasil ini. Pasalnya respons sang suami memperlihatkan pria ini bersedia untuk terhubung dengan pasangannya--meski dalam hal sepele sekalipun.
Meski tampaknya hanya merupakan kegiatan seru-seruan bersama pasangan, Bird Theory ini sebenarnya berbasis dari riset Dr. John Gottman, seorang ahli psikologi asal Amerika Serikat.
Dikutip dari Psychology Today, John Gottman dan Nan Silver dari Universitas Washington berteori, pasangan menjaga hubungan mereka tetap kuat ketika mereka merespons "tawaran" satu sama lain untuk terhubung.
Hal ini dikuatkan kembali dalam artikel Dr John Gottman dan istrinya, Julie Gottman, tahun 2017 berjudul "The Natural Principles of Love" yang diterbitkan dalam Journal of Family Theory & Review. Dalam tulisan dirangkum lebih dari empat puluh tahun penelitian, data, dan kerja klinis mereka.
Hasil Tes Pasangan yang Bahagia
Dari hasil risetnya, pasangan peneliti ini menyimpulkan bahwa pasangan yang berbahagia, menyambut upaya pasangannya untuk terhubung satu sama lain. Angkanya bahkan disebut mencapai ratusan sepanjang hari. Tentu yang ditanyakan tak selalu tentang burung, tapi berbagai hal kecil lain.
Keduanya mendata bahwa pasangan yang langgeng dalam pernikahanya, saling menyambut "tawaran untuk terhubung" selama 86 persen dari waktu ke waktu. Sementara pasangan yang akhirnya berpisah, hanya melakukannya sebanyak 33 persen.
John dan Julie Gottman menggambarkan pentingnya upaya untuk tetap terhubung ini, seperti "tabungan emosi" yang dibangun seiring jalannya waktu, dan akan menjadi penyangga saat terjadi kerenggangan dan kekesalan kecil.
Lantas, bagaimana pendapat psikolog lain mengenai tes ini? Sejumlah psikolog mewanti-wanti agar warganet tak menjadikan Bird Theory sebagai satu-satunya patokan untuk mengukur kesehatan hubungan.
Jangan Terlalu Fokus pada Hasil
Kepada US Weekly, pakar kesehatan mental Vanessa Milagros mengatakan eksperimen ini memang menarik, tapi jangan sampai jadi ajang mencari ribut dengan pasangan. "Karena ada beberapa waktu saat seseorang melewatkan momen. Kita tidak bisa selalu fokus, dan yang penting adalah melihat pola keseluruhannya," kata dia.
Salah satu hal yang digarisbawahi, adalah apakah dalam sebuah hubungan Anda merasa diperhatikan.
Hal senada juga diungkap Dr Carrie Cole, Kepala Riset di Gottman Institute.
"Jika ada yang gagal dalam tes ini, kuharap orang-orang tidak menganggapnya sebagai pertanda bahwa hubungan mereka akan berakhir," kata Dr. Cole.
Ia menambahkan, "Saya harap mereka akan melihatnya sebagai kesempatan untuk berdiskusi lebih mendalam tentang bagaimana memenuhi kebutuhan mereka."