Liputan6.com, Jakarta - Departemen Kepolisian Guri melaporkan penangkapan seorang pria berusia 30-an atas tuduhan percobaan perampokan dengan senjata, Sabtu, 15 November 2025. Tersangka, yang disebut sebagai A, diduga membobol sebuah vila mewah di Achon-dong, Guri, Provinsi Gyeonggi, sekitar pukul 06.00 pagi, sambil membawa senjata dan meminta uang dari para penghuninya.
Vila yang dimaksud ternyata adalah rumah Nana, yang dikenal karena kariernya sebagai penyanyi After School dan kemudian menjadi aktris, lapor KBIZoom, seperti dikutip Minggu (16/11/2025). Saat perampokan terjadi, Nana dan ibunya sedang berada di rumah.
Advertisement
Meski berada dalam situasi tidak terduga dan berbahaya, kedua wanita tersebut dilaporkan terlibat perkelahian fisik dengan pelaku dan berhasil mengalahkannya sebelum akhirnya melapor ke polisi. Saat polisi dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, tersangka telah mengalami luka-luka dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Pihak berwenang kini sedang menyelidiki motif di balik perampokan tersebut, apakah direncanakan, dan bagaimana tersangka menargetkan kediaman Nana secara khusus. Penegak hukum juga meninjau rekaman CCTV dan rute akses di sekitar vila untuk menentukan apakah ada kaki tangan lain atau rencana yang lebih luas.
Sublime, agensi yang mewakili Nana, mengumumkan, "Pada pagi hari tadi, seorang penyusup bersenjata masuk ke kediaman aktris Nana. Pelaku memasuki rumah sambil membawa senjata, mengakibatkan situasi yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan cedera serius bagi Nana dan ibunya."
Lanjutan Pernyataan Agensi Nana
Agensi melanjutkan, "Selama serangan fisik oleh pelaku, ibu Nana mengalami cedera kritis dan kehilangan kesadaran. Nana sendiri juga terluka saat mencoba melarikan diri dari krisis tersebut. Saat ini, keduanya membutuhkan perawatan medis dan istirahat total."
Mengenai penyelidikan, Sublime menyatakan, "Detail insiden masih dalam penyelidikan polisi dan belum dapat diungkap saat ini. Semua fakta sedang diperiksa secara menyeluruh oleh pihak berwenang, dan kami bekerja sama sepenuhnya dengan penegak hukum."
Agensi tersebut menutup dengan permohonan pada publik dan media, "Mengingat keselamatan dan pemulihan Nana dan keluarganya adalah prioritas utama kami, kami meminta semua orang untuk tidak menyebarkan spekulasi, informasi palsu, atau konten yang invasif."