Liputan6.com, Jakarta - CleanCore Solutions, Inc. baru saja mengumumkan hasil keuangan kuartal pertama 2026 yang berakhir pada 30 September.
Dalam pengumuman tersebut, perusahaan menekankan pergeseran strateginya dengan menjadikan Dogecoin (DOGE) sebagai aset kas utama. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi mata uang kripto meme yang tengah populer tersebut. Namun, setelah melakukan perubahan strategi, kerugian tahunan CleanCore justru meningkat tajam.
Advertisement
Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (14/11/2025), kerugian ini disebabkan oleh penurunan signifikan dari harga Dogecoin dalam sebulan terakhir yang turut menekan harga saham perusahaan.
Harga saham yang diperdagangkan dengan kode ZONE di NYSE American tersebut anjlok dan mencapai titik terendah ke level USD 0,373 pada Kamis, dengan penurunan hampir 12% di akhir hari perdagangan. Dalam sebulan terakhir, harga saham CleanCore tercatat merosot hingga 78%. Hal ini mencerminkan ketidakstabilan yang terjadi setelah pengumuman terbaru tersebut.
Meskipun harga sahamnya terus tertekan, CleanCore tetap melanjutkan strateginya dengan membentuk “reservasi” Dogecoin melalui kerja sama dengan House of Doge, cabang komersial dari Dogecoin Foundation.
Melalui kolaborasi ini, CleanCore berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 175 juta atau Rp 2,92 triliun (posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.719) untuk mendanai treasury Dogecoin mereka. Saat ini, perusahaan sudah mengumpulkan 733,1 juta DOGE yang bernilai sekitar USD 117,5 juta atau Rp 1,96 triliun.
"Kami percaya bahwa dengan menggabungkan pengelolaan keuangan yang profesional dengan upaya untuk meningkatkan penggunaan dan adopsi Dogecoin dalam transaksi, CleanCore membantu memposisikan DOGE sebagai aset cadangan yang terpercaya dan sebagai fondasi bagi generasi berikutnya dalam dunia keuangan digital,” ujar CEO CleanCore, Clayton Adams dalam pernyataannya.
Kinerja Keuangan
Dilansir dari Yahoo Finance, saat ini CleanCore mencatatkan pendapatan sebesar USD 0,9 juta, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang berada pada kisaran USD 0,4 juta.
Laba kotor perusahaan juga naik menjadi USD 0,5 juta dengan margin 59% dari USD 0,2 juta dengan margin 51% tahun lalu. Meskipun begitu, tahun ini CleanCore mengalami kerugian bersih hingga USD 13,4 juta, jauh lebih besar dibandingkan dengan kerugian USD 0,9 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan biaya operasional dan administrasi yang meningkat dari USD 0,9 juta menjadi USD 8,6 juta, disebut sebagai penyebab utama kerugian ini.
Harga Dogecoin
Biaya-biaya tersebut mencakup gaji karyawan baru, kompensasi berbasis saham, biaya profesional, dan biaya asuransi. Meski begitu, CleanCore tetap mencatatkan jumlah kas yang cukup besar yakni USD 12,9 juta di akhir kuartal.
“Laporan keuangan kami pada kuartal ini dipengaruhi oleh biaya transaksi satu kali yang berkaitan dengan strategi treasury perusahaan. sementara bisnis inti kami mengalami pertumbuhan dan arus kas yang positif,” terang Adams. Ia juga menambahkan bahwa ke depannya CleanCore berencana untuk terus berinvestasi dalam portofolio DOGE dengan tetap menjaga kinerja dalam pengelolaan bisnis inti mereka.
Dikutip dari Yahoo Finance, nilai Dogecoin terus mengalami penurunan belakangan ini. Dalam sebulan terakhir harga koin meme tersebut telah merosot hingga 21%, dengan penurunan 6% dalam 24 jam terakhir. Baru-baru ini, Dogecoin diperdagangkan pada kisaran USD 0,16.