Saham Perusahaan Sepatu Asal Swiss Ini Melonjak 20%

Saham On, perusahaan sepatu kets Swiss menguat usai rilis laporan keuangan.

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 14 November 2025, 06:00 WIB
Saham On, perusahaan sepatu kets Swiss, melonjak 20% setelah menaikkan proyeksi penjualan 2025. (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan sepatu kets asal Swiss, On, mencatatkan lonjakan lebih dari 20% pada perdagangan, setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi penjualannya untuk 2025. Kenaikan ini terjadi setelah On berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam tiga bulan terakhir meskipun pasar sepatu kets mengalami pelambatan.

Perusahaan yang dikenal dengan inovasinya dalam desain sepatu lari ini kini memperkirakan penjualan pada 2025 akan mencapai 2,98 miliar franc Swiss atau sekitar USD 3,72 miliar (atau Rp 62,20 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.720), lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,91 miliar franc. Demikian mengutip CNBC, Jumat, (14/11/2025).

Adapun On mengantisipasi penjualan akan tumbuh sebesar 34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naik dari proyeksi sebelumnya yang hanya 31%. Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari estimasi analis yang memprediksi penjualan sebesar 2,97 miliar franc.

CEO On, Martin Hoffmann, mengungkapkan, fokus perusahaan pada produk premium, penjualan harga penuh, serta inovasi desain dan performa sangat digemari dengan konsumen. "Fokus kami pada kualitas dan inovasi membedakan kami dari pesaing. Kami melihat hasil nyata dari komitmen kami untuk menjaga harga jual yang tinggi," katanya dalam wawancara dengan CNBC.

Dalam laporan kuartal ketiga 2025, On berhasil melampaui ekspektasi Wall Street dalam hal laba bersih dan laba kotor. Laba per saham tercatat 47 sen, jauh melebihi ekspektasi pasar yang hanya 25 sen. Pendapatan perusahaan juga meningkat signifikan menjadi 794 juta franc Swiss, naik sekitar 25% dari 636 juta franc pada periode yang sama tahun lalu.

 

Strategi Perseroan

Ilustrasi sepatu lari. (Image by gpointstudio on Freepik)

Pencapaian positif On terjadi di tengah tantangan yang dihadapi oleh pesaing-pesaingnya seperti Nike dan Hoka, yang memperkirakan penurunan penjualan atau pelambatan pertumbuhan karena penurunan pengeluaran konsumen.

Pada akhir September, Nike memperkirakan penurunan penjualan di kuartal mendatang, sedangkan Deckers, perusahaan induk Hoka, juga mengurangi penjualannya.

On, yang telah berkembang pesat meski masih lebih kecil dibandingkan dengan merek-merek besar lainnya, kini mempersiapkan diri untuk musim belanja liburan. Berbeda dengan sebagian besar industri yang mengandalkan diskon besar-besaran, On akan menjual produknya dengan harga penuh selama musim liburan.

"Kami tidak akan menawarkan diskon Black Friday," kata salah satu pendiri dan CEO On, Caspar Coppetti.

"Ini adalah bagian dari strategi kami untuk tetap menjadi merek premium yang menawarkan produk inovatif di pasar."

 

Meningkatkan Pangsa Pasar

Sepatu kets Cloudtilt 2.0 yang didesain bersama memadukan kemewahan khas Spanyol dengan teknik khas Swiss.

Strategi harga penuh ini mirip dengan pendekatan yang diterapkan oleh merek-merek mewah, dan On berharap dapat membedakan dirinya lebih jauh dari pesaing utama seperti Nike dan Hoka.

Pada tahun lalu, On meluncurkan Cloudboom Strike LS, sepatu lari dengan teknologi "LightSpray" yang diproduksi menggunakan pistol semprot dalam hitungan menit. Sepatu ini digunakan oleh pelari Hellen Obiri saat memecahkan rekor wanita di New York City Marathon. "Inovasi ini menjadi tren di kalangan pelari dan semakin memperkuat posisi kami sebagai merek premium," tambah Coppetti.

Dengan strategi inovatif dan fokus pada produk premium, On perlahan-lahan memperbesar pasarnya, dan berusaha untuk menjadi merek pakaian olahraga paling terkemuka di dunia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya