Kiat Lindungi Diri dari Risiko Kabut Asap

Kabut asap dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati. Bagaimana melindungi diri dari risiko gangguan

oleh Gabriel Abdi SusantoDiterbitkan 24 Juni 2013, 13:56 WIB
Kabut asap dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati. Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit.

"Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama kepada redaksi Liputan6.com, Senin (24/6/2013)
 
Bagaimana melindungi diri dari dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap?

1. Sedapat mungkin hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

2. Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung sebaiknya menggunakan masker.

3. Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering

4. Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.

5. Selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup, dan lain-lain

6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah / sekolah / kantor dan ruang tertutup lainnya

7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.

8. Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang butuh dimasak harus diolah dengan benar.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya