Sesko Cedera, Ini 3 Opsi yang Bisa Diambil Ruben Amorim untuk Lini Depan Manchester United

Manchester United menghadapi situasi sulit setelah Benjamin Sesko mengalami cedera lutut. Ruben Amorim kini punya tiga opsi jika sang pemain harus absen lama.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 11 November 2025, 10:14 WIB
Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, saat pertandingan melawan Fulham di pekan kedua Premier League 2025/2026 di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Laga tersebut berakhri imbang 1-1. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Benjamin Sesko menghadapi situasi sulit setelah mengalami cedera lutut dalam laga melawan Tottenham Hotspur. Striker asal Slovenia itu terpaksa ditarik keluar usai insiden dengan Micky van de Ven.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, kini dibuat khawatir dengan kondisi sang penyerang muda. Sesko sebelumnya sempat mendapatkan dua peluang emas sebelum cedera tersebut terjadi.

Dalam laga itu, United sempat bermain dengan 10 orang setelah semua pergantian pemain dilakukan. Amorim kemudian mengonfirmasi bahwa cedera Sesko terjadi di bagian lutut dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Menurut Amorim, cedera Sesko kini lebih penting dibandingkan soal performa pemain tersebut. Ia menegaskan bahwa tim sangat membutuhkan Sesko agar tetap kompetitif di Premier League.

Dengan jeda internasional November di depan mata, Amorim punya waktu untuk menentukan strategi baru. Setidaknya, ada tiga opsi realistis yang bisa dipertimbangkan jika Sesko harus absen lama.


1. Formasi Tanpa Striker

Penyerang Manchester United asal Brasil #10, Matheus Cunha, merayakan gol pembuka yang membawa timnya unggul 1-0 dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 25 Oktober 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Opsi paling memungkinkan bagi Amorim adalah bermain tanpa penyerang murni. Skema ini sudah pernah ia gunakan saat menghadapi Tottenham dan Liverpool sebelumnya.

Matheus Cunha menjadi kunci dalam sistem ini dengan peran sebagai false nine. Pemain asal Brasil itu memiliki pengalaman bermain sebagai striker di Wolverhampton dan dikenal dengan fleksibilitasnya.

Namun, masalah utama muncul pada penyelesaian akhir yang belum optimal. Meskipun kerja kerasnya tinggi, hasil konkret masih minim sehingga Amorim sempat menurunkan Sesko sebagai solusi.

Di lini tengah, Amorim bisa menempatkan Bryan Mbeumo dan Mason Mount di posisi No.10. Amad Diallo juga bisa menjadi pilihan lebih ofensif bila dimainkan lebih maju.

Sementara itu, Noussair Mazraoui kemungkinan besar tetap ditempatkan di sisi kanan sebagai wing-back. Kombinasi ini bisa memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan jika dijalankan dengan disiplin.


2. Beri Kesempatan Joshua Zirkzee

Penyerang Manchester United asal Belanda bernomor punggung 11, Joshua Zirkzee (kanan), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Everton di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada tanggal 1 Desember 2024. (Darren Staples/AFP)

Joshua Zirkzee kini berada di posisi sulit karena jarang mendapatkan menit bermain. Penyerang asal Belanda itu bahkan dikabarkan siap meminta transfer pada bursa Januari mendatang.

Kurangnya waktu bermain juga membuat peluangnya ke tim nasional Belanda semakin menipis. Musim ini, ia baru bermain 90 menit dari lima laga dan sering kali hanya duduk di bangku cadangan.

Lanjut Baca:

Namun, cedera Sesko bisa menjadi kesempatan besar untuk Zirkzee membuktikan diri. Musim lalu, ia pernah menunjukkan potensi besar saat dipercaya memimpin lini depan United. Zirkzee sempat menjadi favorit fans berkat performa konsisten meski sempat kesulitan di awal. Sayangnya, kedatangan Cunha dan Mbeumo membuat perannya tersingkir dari skema utama. Kini, Amorim bisa kembali mengandalkan Zirkzee sebagai solusi jangka pendek. Semua tergantung pada seberapa besar kepercayaan yang diberikan sang pelatih kepadanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya